Kompetisi Championship 2026/2027, kasta kedua liga sepak bola nasional, akan resmi dibuka di Kota Semarang dengan laga antara PSIS Semarang melawan PSPS Pekanbaru. Pertandingan pembuka tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Jatidiri pada 11 September, menurut keterangan yang disampaikan oleh General Manager I. League, Budiman Dalimunthe.
Alasan pemilihan Jatidiri sebagai tuan rumah
Dalam penjelasan yang diberikan, PT Liga Utama Indonesia (LUI) memilih Stadion Jatidiri di Semarang dengan beberapa pertimbangan teknis dan komersial. Manajemen kompetisi menilai fasilitas stadion dengan kapasitas sekitar 18.000 penonton itu memenuhi kriteria sebagai premium stadium dibandingkan pilihan lain.
"Pertimbangannya adalah premium stadium, yaitu stadion yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik dibandingkan stadion lainnya,"
Budiman menambahkan bahwa aspek komersial turut menjadi alasan pemilihan lokasi pembukaan, serta sejumlah aspek lain yang dipertimbangkan oleh penyelenggara. Pernyataan tersebut menegaskan fokus penyelenggara pada kombinasi kualitas fasilitas dan potensi pendukung kegiatan komersial selama laga pembuka.
Jadwal pekan pertama dan pembagian grup
Selain laga pembuka di Semarang, pekan pertama Championship juga menghadirkan sejumlah pertandingan lain dari pembagian wilayah kompetisi. Sistem kompetisi kembali menggunakan pembagian wilayah Barat (Grup A) dan Timur (Grup B).
- Grup A: PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru (Stadion Jatidiri, 11 September); Persiraja Banda Aceh vs Semen Padang FC.
- Grup B: Barito Putera vs Persipura Jayapura; Persela Lamongan vs Persis Solo.
Untuk pertandingan selain laga pembuka, penyelenggara belum merilis rinciannya secara komprehensif dalam keterangan yang diumumkan bersamaan dengan penetapan laga pembuka tersebut. Namun, pengumuman awal sudah memetakan nama-nama klub yang akan bertanding pada pekan pertama dalam tiap grup wilayah.
Dampak bagi Semarang
Penetapan Stadion Jatidiri sebagai lokasi pembuka membawa sejumlah implikasi bagi pemerintah kota, suporter, dan pelaku usaha lokal. Pertandingan pembuka berpotensi menarik kedatangan suporter pada skala besar, sehingga perlu koordinasi penyediaan fasilitas penunjang seperti transportasi, pengamanan stadion, dan layanan komersial di sekitar arena.
Selain aspek teknis penyelenggaraan, pertandingan skala nasional juga memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk pedagang makanan, transportasi, dan perhotelan. Sementara itu, upaya pengamanan dan manajemen kerumunan menjadi perhatian utama pihak otoritas setempat untuk menjamin kelancaran serta keselamatan pelaksanaann pertandingan.
Catatan penyelenggara
Pernyataan dari GM I. League menegaskan bahwa kriteria pemilihan lokasi tidak semata-mata berdasar kapasitas penonton, melainkan penilaian menyeluruh terhadap kualitas fasilitas yang mendukung penyelenggaraan acara bertaraf nasional. Penetapan Jatidiri sebagai stadion pembuka juga menunjukkan kepercayaan penyelenggara terhadap kemampuan fasilitas tersebut dalam mengakomodasi kebutuhan pertandingan pembuka Championship.
Pihak klub, suporter, dan pemangku kepentingan di Semarang diharapkan mengikuti pengumuman resmi lanjutan dari penyelenggara mengenai tata tertib, tiket, dan aturan akses stadion menjelang tanggal 11 September. Informasi rinci tentang jadwal pertandingan lain di pekan pertama kemungkinan akan dilengkapi oleh panitia penyelenggara dalam waktu mendatang.