Semangat religius di awal hari sekolah
SUNGAILIAT — Sekolah Dasar Maria Goretti Sungailiat menggelar rangkaian kegiatan kerohanian pada Jumat, 7 Agustus 2026, yang bertujuan membina karakter dan memperkuat iman anak didik. Sejak pagi hingga siang hari, seluruh siswa mengikuti dua kegiatan berkesinambungan yaitu Morning Blessing dan Child Faith Formation (Bina Iman).
Kegiatan pagi dimulai di lapangan sekolah dan dipimpin oleh Sr. M. Chayetien, AK. Seluruh siswa duduk tertib dan mengikuti ibadat serta renungan yang disampaikan. Fokus renungan pada hari itu adalah tantangan rasa malas, khususnya terkait kewajiban belajar.
Menolak rasa malas sebagai bagian pembentukan karakter
Dalam arahannya, Sr. Chayetien mengajak para siswa untuk melihat rasa malas sebagai salah satu cobaan yang harus dilawan. Ia menekankan pentingnya sikap keberanian dan ketekunan dalam menjalankan tugas belajar. Pernyataan yang disampaikan mendapat perhatian serius dari siswa yang hadir.
"Anak-anak, rasa malas itu memang manusiawi. Tetapi ingat, ketika rasa malas datang membujuk untuk tidak belajar, itulah saatnya kita dipanggil untuk 'menyangkal diri'. Jangan biarkan rasa malas itu menang. Lawanlah rasa malas itu dengan semangat dan keberanian, karena masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri dan Tuhan Yesus selalu memampukan kita untuk bangkit,"
Renungan tersebut diposisikan sebagai sarana refleksi sederhana agar siswa memahami bahwa mengikuti teladan Yesus juga berarti mengatasi kelemahan diri dan memilih perilaku yang mendukung pertumbuhan pribadi.
Sekolah melihat kegiatan lebih dari sekadar rutinitas
Kepala SD Maria Goretti, Revita Andy Hapsari, S.Pd., menyatakan kegiatan Morning Blessing bukan semata ritual bulanan, melainkan momentum membangun fondasi karakter yang berlandaskan kasih. Menurut Revita, kebiasaan menolak rasa malas dan menumbuhkan disiplin merupakan bagian dari pendidikan holistik yang hendak dikembangkan sekolah.
"Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas bulanan. Bagi kami, ini adalah waktu untuk membangun fondasi karakter. Kami ingin anak-anak memiliki disiplin diri yang lahir dari kasih, bukan paksaan,"
Revita menambahkan bahwa penguatan iman dan karakter tersebut diharapkan berdampak positif pada perilaku siswa di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Rangkaian kegiatan dan tujuan pembelajaran rohani
Selain Morning Blessing, kegiatan berlanjut pada siang hari dengan program Child Faith Formation yang memberi ruang lebih luas untuk pembinaan iman peserta didik. Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menyelaraskan aspek akademik dengan pembentukan nilai.
- Morning Blessing: Ibadat pagi, renungan singkat, fokus pada pembentukan disiplin dan antirasa malas.
- Child Faith Formation: Pembinaan iman lanjutan yang berlangsung setelah jam pembelajaran, untuk memperdalam nilai-nilai religius dan karakter.
| Program | Waktu/Deskripsi |
|---|---|
| Morning Blessing | Setiap minggu pertama setiap bulan, dilaksanakan di lapangan sekolah; dipimpin oleh pembimbing rohani. |
| Child Faith Formation | Dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran; fokus pada pendalaman iman dan karakter siswa. |
Pelaksanaan rutin kegiatan rohani di SD Maria Goretti menggambarkan pendekatan pendidikan yang memadukan aspek religius dan akademik. Orang tua dan warga setempat memandang program semacam ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama dalam membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab.
Pihak sekolah menyatakan akan terus melaksanakan dan mengevaluasi program pembinaan karakter agar selaras dengan kebutuhan siswa serta nilai-nilai kekeluargaan yang dijunjung komunitas sekolah.