Sosialisasi: dari pengenalan fungsi hingga risiko penyalahgunaan
Polres Kediri Kota menggelar kegiatan Sosialisasi TOT Paham AI di SMAN 1 Kota Kediri pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan bertujuan meningkatkan literasi digital pelajar terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), termasuk peluang pemanfaatan dalam pendidikan serta potensi risiko yang perlu diwaspadai.
Sekitar 75 siswa perwakilan dari sekolah mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan secara interaktif. Tim dari Polres Kediri Kota yang hadir terdiri dari Iptu Mujani, Ipda R. Ridho, Bripda Oganda, dan Bripda Bima. Materi membahas perkembangan AI, contoh fungsi yang dapat membantu proses pembelajaran, sekaligus aspek penyalahgunaan seperti penyebaran informasi palsu dan manipulasi digital.
Penekanan pada tanggung jawab dan kemampuan berpikir kritis
Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu Putranto, menyatakan pentingnya peningkatan kemampuan literasi digital bagi generasi muda. Menurutnya, teknologi harus diikuti dengan pemahaman kritis agar memberi manfaat nyata bagi pendidikan dan pengembangan potensi diri pelajar.
"Teknologi harus menjadi alat yang memberikan manfaat. Namun penggunaannya tetap membutuhkan tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran agar tidak mudah menerima informasi tanpa melakukan pengecekan,"
Pernyataan tersebut menggarisbawahi upaya kepolisian bukan sekadar memperkenalkan teknologi, melainkan mendorong sikap kritis dan etis dalam penggunaannya. Dalam sesi tanya jawab, peserta aktif berdiskusi mengenai bagaimana AI dapat diterapkan dalam tugas sekolah dan proyek kreatif, sekaligus bagaimana menangkal informasi yang tidak dapat dipercaya.
Materi praktis dan dialog interaktif
Dalam pelaksanaannya, sosialisasi menekankan dua aspek utama:
- Peluang: fungsi AI yang dapat menunjang pembelajaran, seperti alat bantu riset, penyusunan materi, dan pengembangan kreativitas;
- Risiko: potensi penyalahgunaan termasuk manipulasi konten digital, penyebaran informasi palsu, serta ketergantungan tanpa proses berpikir kritis.
Polres Kediri Kota mendorong pelajar agar tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi memahami prinsip kerja teknologi sehingga dapat memanfaatkannya secara benar dan bertanggung jawab. Narasumber dari kepolisian memfasilitasi diskusi agar peserta mampu membedakan antara penggunaan produktif dan berisiko.
Implikasi lokal dan kebutuhan lanjutan
Kegiatan ini menempatkan kepolisian sebagai salah satu aktor dalam peningkatan literasi digital di tingkat sekolah. Di Kota Kediri, langkah semacam ini penting mengingat generasi pelajar merupakan kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi digital. Pemahaman yang baik terhadap AI berpotensi mendukung proses pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja masa depan.
Meski demikian, materi yang diberikan oleh penyelenggara menyoroti bahwa sosialisasi satu kali belum cukup. Perlu ada upaya berkelanjutan yang melibatkan sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan lain agar pembelajaran mengenai etika teknologi dan kemampuan verifikasi informasi menjadi bagian rutin kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler.
| Tanggal | Lokasi | Peserta |
|---|---|---|
| 14 Agustus 2026 | SMAN 1 Kota Kediri | ~75 siswa |
Polres Kediri Kota menyatakan kesiapan terus mendukung inisiatif literasi digital bagi pelajar melalui kegiatan serupa. Penguatan keterampilan berpikir kritis dan kesadaran etis terhadap penggunaan teknologi diyakini akan mengurangi risiko penyalahgunaan serta meningkatkan manfaat AI bagi kehidupan akademis dan pengembangan diri siswa di Kediri.