PT Petrokimia Gresik (Persero) memperoleh penghargaan Outstanding Distinguished Innovator dalam ajang SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 yang diselenggarakan Indonesia Global Compact Network (IGCN). Penghargaan itu diberikan atas inovasi bertajuk GladiAgro: Next-Gen Soil Revival, solusi untuk memperbaiki kesehatan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Solusi untuk masalah kualitas tanah
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyatakan inovasi GladiAgro dikembangkan sebagai respons terhadap menurunnya kualitas tanah pertanian di Indonesia. Berdasarkan pengujian yang dilakukan perusahaan sejak 2016, dari 40.282 sampel tanah yang dianalisis di 27 provinsi, ditemukan bahwa 91,9 persen sampel menunjukkan kandungan karbon organik yang rendah.
Kondisi tersebut berimplikasi pada berkurangnya kesuburan tanah, menurunnya efektivitas pemupukan, serta terbatasnya peningkatan produktivitas pertanian. Untuk itu, GladiAgro difokuskan pada pemulihan bahan organik dan struktur tanah agar penyerapan hara menjadi lebih optimal.
Teknologi dan penerapan GladiAgro
GladiAgro memanfaatkan produk hayati berbasis mikroba unggul bernama Petro Gladiator untuk mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC). NOC kemudian dikembalikan ke lahan guna meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan memulihkan kesuburan.
- Tujuan utama: meningkatkan efektivitas pemupukan dan produktivitas pertanian.
- Metode: pengolahan limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair menggunakan mikroba unggul.
- Penerapan: telah diaplikasikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada berbagai komoditas pangan dan hortikultura.
"Kami ingin membantu petani memperbaiki kondisi lahan agar pemupukan menjadi lebih efektif, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga," kata Daconi Khotob.
Selain produk hayati, program ini didukung oleh platform digital bernama AgrooFertile App yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI). Aplikasi ini dirancang untuk memperkuat implementasi GladiAgro dengan memberikan rekomendasi berbasis data bagi pengguna.
Implikasi bagi Gresik dan Jawa Timur
Bagi Gresik, keberhasilan Petrokimia Gresik menempatkan perusahaan ke posisi strategis dalam ekosistem pertanian lokal. Sebagai salah satu pusat industri pupuk dan produk agroindustri di Jawa Timur, kapasitas Petrokimia Gresik untuk menyediakan solusi pemulihan tanah dapat mendorong:
- Peningkatan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura di wilayah Gresik dan sekitarnya.
- Pemberdayaan petani melalui teknologi hayati dan aplikasi digital untuk pengelolaan lahan yang lebih baik.
- Pengurangan praktik pembakaran limbah pertanian dengan pemanfaatan limbah menjadi NOC.
Data yang dipaparkan perusahaan menunjukkan skala masalah yang harus ditangani: rendahnya kadar karbon organik di sebagian besar sampel tanah menuntut pendekatan berkelanjutan dan berbasis sains. Dengan pengakuan internasional tersebut, program GladiAgro berpotensi menarik lebih banyak perhatian pemangku kebijakan dan pelaku usaha untuk mengadopsi praktik pengelolaan tanah yang lebih baik.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Sampel tanah | 40.282 (sejak 2016) |
| Provinsi yang diuji | 27 provinsi |
| Persentase sampel bermasalah | 91,9% (kandungan karbon organik rendah) |
| Penghargaan | Outstanding Distinguished Innovator — SDGs Innovation Accelerator 2026 (IGCN) |
Meski demikian, efektivitas jangka panjang GladiAgro dalam skala luas masih bergantung pada penerimaan petani, dukungan kebijakan, serta kesinambungan program pelatihan dan distribusi input hayati. Integrasi aplikasi digital juga menuntut literasi pengguna dan infrastruktur yang memadai di tingkat lapangan.
Penghargaan dari IGCN memberi Petrokimia Gresik legitimasi untuk memperluas program dan menjalin kerjasama strategis dengan pemerintah daerah, lembaga penelitian, serta mitra sektor swasta. Bagi petani di Gresik dan wilayah sekitarnya, inovasi ini menawarkan peluang konkret untuk memperbaiki produktivitas lahan melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan berbasis teknologi.
Ke depan, perhatian publik dan pihak terkait akan tertuju pada langkah implementasi GladiAgro di lapangan, pengukuran dampak terhadap produktivitas, serta kemampuan model bisnis ini untuk menjadi solusi berkelanjutan bagi tantangan kesuburan tanah di Indonesia.