MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memulai pekerjaan pengaspalan pada Jalan Tamalanrea Raya di Kota Makassar sebagai bagian dari program Multi Years Project (MYP). Penanganan ruas ini masuk dalam Paket 6 yang mencakup jalur Parang Loe–Tamalanrea Raya–Batas Kabupaten Maros dengan panjang total sekitar 6,27 kilometer.
Tujuan dan cakupan pekerjaan
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan penanganan untuk ruas Tamalanrea Raya dilakukan melalui pekerjaan pengaspalan. Langkah ini diambil menyusul kondisi ruas yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi dan sebelumnya masih terdapat bagian yang menggunakan paving block.
“Untuk ruas Jalan Tamalanrea Raya ini pekerjaannya pengaspalan,”
Menurut Andi Ihsan, program MYP dirancang untuk meningkatkan kualitas jalan demi kenyamanan pengguna sekaligus memperlancar mobilitas. Metode yang digunakan beragam dan disesuaikan kondisi teknis setiap segmen jalan.
Metode teknis sesuai kondisi jalan
Pada Paket 6, pemerintah provinsi menerapkan kombinasi teknik penanganan yang meliputi pengaspalan, konstruksi beton kaku (rigid pavement), serta rekonstruksi lapisan perkerasan jalan. Penentuan metode dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan kemampuan mempertahankan struktur eksisting.
- Pengaspalan: diterapkan pada segmen yang memerlukan permukaan halus dan cepat diselesaikan.
- Beton kaku (rigid pavement): digunakan pada titik yang membutuhkan kapasitas struktur lebih kuat.
- Rekonstruksi lapisan perkerasan: dilaksanakan di bagian yang mengalami kerusakan berat.
“Semua ruas kita ditangani sesuai kondisi. Kalau tidak terlalu rusak berat dilakukan rekon. Kalau aspalnya masih bisa dipertahankan, kita pertahankan,” ujar Andi Ihsan.
Implikasi bagi pengguna jalan
Pekerjaan pengaspalan pada Tamalanrea Raya diperkirakan berdampak pada pola lalu lintas, khususnya karena jalan tersebut merupakan salah satu koridor dengan aktivitas kendaraan cukup tinggi di Makassar. Pengguna jalan yang sehari-hari melintasi area ini diimbau mempersiapkan waktu tempuh lebih panjang selama proses pengerjaan, serta memperhatikan rambu dan pengalihan lalu lintas yang dipasang pelaksana proyek.
Pihak Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi menyatakan bahwa metode penanganan akan disesuaikan guna meminimalkan gangguan lalu lintas dan menjaga keselamatan pengendara selama pelaksanaan pekerjaan.
Rincian Paket 6
| Komponen | Uraian |
|---|---|
| Nama paket | Paket 6 (Parang Loe–Tamalanrea Raya–Batas Kabupaten Maros) |
| Panjang | 6,27 kilometer |
| Metode penanganan | Pengaspalan, beton kaku (rigid pavement), rekonstruksi perkerasan |
Pengelolaan proyek dan koordinasi
Penerapan metode yang berbeda pada tiap titik menunjukkan adanya penilaian teknis lapangan sebelum pekerjaan eksekusi. Andi Ihsan menegaskan bahwa konstruksi beton hanya digunakan pada lokasi yang memerlukan penanganan khusus, sedangkan bagian yang masih memungkinkan akan mempertahankan struktur aspal jika kondisi memadai.
Koordinasi lintas instansi termasuk pihak kota, provinsi, dan pihak pelaksana kontraktor diperlukan untuk memastikan pekerjaan sesuai jadwal teknis dan meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Selain itu, transparansi mengenai metode serta jadwal pengerjaan penting untuk memberi kepastian kepada pengguna jalan.
Harapan dan tindak lanjut
Dengan perbaikan ini, Pemprov Sulsel berharap kualitas permukaan jalan meningkat sehingga kenyamanan dan keselamatan pengguna bertambah serta kelancaran arus lalu lintas di koridor tersebut dapat terjaga. Pekerjaan pada Paket 6 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi untuk meningkatkan jaringan jalan provinsi yang berfungsi sebagai tulang punggung mobilitas antarkawasan.
Pelaksana proyek dan dinas terkait diharapkan memberikan informasi berkala kepada publik mengenai kemajuan pekerjaan, jadwal penyelesaian tiap segmen, serta langkah mitigasi yang ditempuh untuk mengurangi potensi kemacetan selama proses perbaikan.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal kerja dan rekayasa lalu lintas di sepanjang Tamalanrea Raya dapat diperoleh melalui pengumuman resmi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel maupun kanal komunikasi pemerintah kota Makassar.