Pelatihan praktis untuk literasi AI bagi pelaku UMKM perempuan
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) bagi perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan bertajuk "Ibu Berdaya: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk UMKM Perempuan" berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, sebagai bagian upaya memberdayakan perempuan agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kreativitas dan kapabilitas usaha.
Tujuan dan penyelenggara
Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar dan digelar bekerja sama dengan BASAibu Wiki-Sulsel serta Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM). Menurut Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Faridah Kadir, kegiatan dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menggunakan AI sehingga teknologi tidak hanya dipahami secara teoretis tetapi juga dapat diaplikasikan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
"Kami ingin ibu-ibu tidak hanya mengenal AI, tetapi bisa langsung memanfaatkannya untuk usaha,"
Metode pembelajaran: langsung praktik
Panitia memilih pendekatan praktik langsung untuk memastikan transfer keterampilan yang efektif. Kepala Pokja II TP PKK Kota Makassar, Andi Indrawaty, menegaskan bahwa sebagian besar peserta merupakan ibu-ibu pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital. Oleh karena itu, materi disusun agar peserta dapat langsung memegang dan mencoba alat serta aplikasi berbasis AI selama sesi berlangsung.
Rangkaian pelatihan menitikberatkan pada beberapa kemampuan praktis, antara lain:
- Meningkatkan literasi AI dan digital peserta.
- Membuat konten promosi berbasis AI, termasuk penulisan caption dan ide promosi.
- Mendesain materi pemasaran digital serta menghasilkan desain yang lebih menarik.
- Menyusun strategi pemasaran kreatif yang dapat diterapkan oleh UMKM sehari-hari.
Potensi dampak bagi UMKM lokal
Pelatihan ini berusaha menjembatani kesenjangan keterampilan digital yang masih ditemui di kalangan pelaku UMKM perempuan di Makassar. Dengan kemampuan menggunakan AI untuk membuat konten promosi, menulis caption, dan menyusun materi pemasaran, para pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
| Aspek | Sasaran Pelatihan |
|---|---|
| Literasi | Pengenalan dan penggunaan dasar AI untuk UMKM |
| Konten Promosi | Pembuatan konten berbasis AI (caption, ide promosi, desain) |
| Strategi Pemasaran | Perencanaan pemasaran digital yang praktis dan kreatif |
Catatan lokal dan kesinambungan
Inisiatif TP PKK Makassar mencerminkan upaya kolaboratif antara organisasi masyarakat, akademisi, dan komunitas lokal untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan. Pendekatan praktik langsung dipandang penting mengingat ada peserta yang sebelumnya belum terbiasa dengan teknologi digital. Keberlanjutan program—termasuk tindak lanjut pendampingan pasca-pelatihan dan akses terhadap perangkat atau layanan digital—akan menjadi faktor penentu apakah transfer keterampilan ini benar-benar berujung pada peningkatan skala usaha.
Untuk warga Makassar, program semacam ini membuka peluang agar UMKM lokal yang dikelola perempuan tidak tertinggal dalam era digital. Pelatihan yang menggabungkan teknologi dan praktik usaha sehari-hari sejalan dengan upaya pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk mendorong pemulihan ekonomi lokal melalui pemberdayaan kelompok rentan dan pelaku usaha kecil.
Pelaksanaan kegiatan oleh TP PKK Makassar dengan dukungan BASAibu Wiki-Sulsel dan UNM menunjukkan bahwa kolaborasi antar-lembaga dapat mempercepat adopsi teknologi di tingkat komunitas. Ke depan, pengukuran dampak nyata terhadap pendapatan, jangkauan pasar, dan keberlanjutan usaha menjadi hal yang patut diperhatikan untuk menilai keberhasilan program ini.
Pelatihan "Ibu Berdaya" menjadi contoh langkah konkret di Makassar untuk membawa teknologi baru ke tangan pelaku usaha lokal, khususnya perempuan, sehingga mereka mendapat peluang lebih besar untuk naik kelas dalam persaingan usaha yang semakin digital.