TARAKAN — Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Utara mencatat akselerasi signifikan hingga triwulan III 2026 dengan pertumbuhan tahunan sebesar 55,30 persen. Lonjakan ini terutama ditopang oleh ekspansi kredit investasi yang tumbuh sangat kuat, yakni sekitar 91 persen, jauh melampaui laju kredit modal kerja dan kredit konsumsi.
Komposisi pertumbuhan kredit
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, menyampaikan bahwa dinamika penyaluran pembiayaan menunjukkan pergeseran struktur menuju pembiayaan untuk kegiatan investasi. Menurut data yang dipaparkan, rincian pertumbuhan kredit per jenis adalah sebagai berikut:
- Kredit investasi: tumbuh sekitar 91 persen.
- Kredit modal kerja: tumbuh 42,67 persen.
- Kredit konsumsi: tumbuh 2,31 persen.
“Pertumbuhan kredit sampai triwulan III mencapai 55,30 persen secara tahunan. Kredit investasi tumbuh paling tinggi, sekitar 91 persen. Kredit modal kerja tumbuh 42,67 persen, sedangkan kredit konsumsi tumbuh 2,31 persen,” ujar Agus.
Tekanan pada penghimpunan dana
Di tengah ekspansi penyaluran pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) malah mengalami kontraksi. Secara tahunan, DPK turun 6,42 persen. Penurunan ini paling terasa pada komponen giro yang menyusut tajam hingga 30,99 persen, sementara tabungan hanya tumbuh tipis 0,90 persen dan deposito masih mencatat kenaikan 5,60 persen.
“DPK memang turun 6,42 persen. Penurunan paling besar terjadi pada giro, sekitar 30,99 persen. Tabungan masih tumbuh 0,90 persen dan deposito tumbuh 5,60 persen,”
Perbedaan arah antara laju penyaluran kredit dan penghimpunan DPK menjadi salah satu perhatian utama karena menimbulkan tekanan likuiditas pada perbankan daerah. Bank perlu mengelola rasio likuiditas dan sumber pendanaan agar ekspansi kredit tidak mengorbankan stabilitas margin dan struktur pendanaan.
Kualitas kredit tetap terjaga
Meskipun terjadi percepatan penyaluran kredit, kualitas pembiayaan di Kaltara relatif tetap terjaga. Hingga triwulan III 2026, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat pada level rendah, yaitu 0,65 persen. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun kredit tumbuh cepat, tingkat kredit macet belum meningkat signifikan pada periode yang dilaporkan.
Agus menegaskan bahwa tingginya pertumbuhan kredit perlu dianalisis secara komprehensif bersama kualitas pembiayaan agar ekspansi yang terjadi berkelanjutan dan tidak menimbulkan risiko sistemik pada perbankan regional.
Indikator makro perbankan
Selain dinamika kredit dan DPK, total aset perbankan di wilayah ini juga mencatat pertumbuhan. Menurut keterangan yang disampaikan, total aset perbankan tumbuh 17,68 persen. Pertumbuhan aset tersebut mencerminkan ekspansi kegiatan perbankan sekaligus peningkatan eksposur terhadap pembiayaan yang ikut mendukung aktivitas ekonomi lokal.
| Indikator | Periode | Perubahan (YoY) |
|---|---|---|
| Penyaluran kredit | Triwulan III 2026 | +55,30% |
| Kredit investasi | Triwulan III 2026 | +91% |
| DPK (Dana Pihak Ketiga) | Triwulan III 2026 | -6,42% |
| NPL | Triwulan III 2026 | 0,65% |
Implikasi bagi pelaku usaha dan kebijakan
Percepatan kredit investasi menunjukkan adanya peningkatan permintaan pembiayaan untuk ekspansi usaha atau proyek-proyek baru di Kaltara. Hal ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi regional jika disertai penyerapan yang produktif. Namun, penurunan DPK menuntut bank untuk mengelola sumber pendanaan alternatif, seperti pembiayaan antarbank, penerbitan surat berharga, atau peningkatan rasio deposito berjangka.
Bagi pembuat kebijakan, data ini menggarisbawahi kebutuhan pemantauan ketat terhadap kondisi likuiditas perbankan dan penjaminan kualitas kredit. Koordinasi antara regulator dan perbankan lokal penting untuk memastikan ekspansi pembiayaan mendorong pertumbuhan inklusif tanpa mengabaikan stabilitas sistem keuangan.
Secara ringkas, triwulan III 2026 menandai fase ekspansi pembiayaan di Kalimantan Utara yang didorong oleh investasi, namun disertai tantangan penghimpunan dana yang harus diatasi agar pertumbuhan kredit berkelanjutan dan risiko perbankan tetap terkendali.