JAKARTA — Upaya pemulihan dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mendapat pengakuan nasional. Dr. Fadillah Sabri, Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKP DAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meraih Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional 2026 sebagai Terbaik II untuk kategori Forum Daerah Aliran Sungai.
Penghargaan dan seremonial
Penghargaan diserahkan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia serta disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan. Penganugerahan itu merupakan bagian dari rangkaian Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Tema yang diangkat pada Wana Lestari 2026 adalah “Menginspirasi, Mengabdi, Melestarikan”.
Reaksi pemerintah daerah
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurut Gubernur, penghargaan itu merupakan pengakuan negara terhadap kerja nyata FKP DAS Babel dalam menjaga serta memulihkan ekosistem DAS di wilayah provinsi.
"Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Bangka Belitung, saya mengucapkan selamat dan bangga kepada Dr. Fadillah Sabri atas diraihnya Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional 2026. Ini adalah pengakuan negara atas kerja-kerja nyata beliau dalam menjaga dan memulihkan DAS di Babel. Semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga hutan kita demi masa depan anak cucu,"
Pernyataan gubernur itu disampaikan pada Kamis, 13 Agustus 2026, menggarisbawahi harapan agar penghargaan dapat mendorong praktik konservasi yang lebih luas di tingkat lokal.
Strategi FKP DAS Babel
Sejak memimpin FKP DAS Babel periode 2022–2027, Dr. Fadillah Sabri, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, menggabungkan pendekatan akademis dengan aktivitas berbasis komunitas untuk memulihkan DAS yang terdampak aktivitas penambangan timah. FKP DAS Babel menjalankan tiga langkah strategis secara konsisten, yang menjadi dasar penilaian pada penghargaan tersebut.
| Langkah Strategis | Fokus Kegiatan |
|---|---|
| Rehabilitasi dan penghijauan lahan | Penanaman ribuan bibit pohon produktif serta mangrove di sempadan sungai dan kawasan pesisir. |
| Pemberdayaan masyarakat | Kolaborasi akar rumput yang melibatkan warga setempat dalam kegiatan pemulihan ekosistem. |
| Integrasi akademik dan praktik | Pendekatan ilmiah dari institusi pendidikan untuk mendukung perencanaan dan evaluasi rehabilitasi DAS. |
Dalam praktik lapangan, FKP DAS Babel telah melakukan penanaman bibit produktif dan bakau di sempadan sungai serta kawasan pesisir, termasuk menyelenggarakan ekspedisi rehabilitasi di pulau-pulau. Upaya tersebut bertujuan memperbaiki fungsi hidrologis dan ekologi DAS yang terganggu oleh aktivitas penambangan.
Dampak lokal dan relevansi ekologis
Kerusakan DAS akibat penambangan timah berdampak pada aliran air, sedimentasi, dan kualitas habitat pesisir. Rehabilitasi yang melibatkan mangrove dan tanaman produktif di zona riparian penting untuk menahan erosi, menyaring sedimen, serta menyediakan jasa ekosistem bagi masyarakat pesisir. Penghargaan Wana Lestari menegaskan bahwa pendekatan terpadu—menggabungkan ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat—memiliki nilai tambah dalam pemulihan lanskap.
Pelibatan perguruan tinggi, seperti yang dilakukan Rektor Fadillah, juga membuka akses pada metode pemantauan dan evaluasi yang lebih sistematis, yang diperlukan untuk menilai keberlanjutan program rehabilitasi.
Langkah ke depan
Penghargaan nasional ini diharapkan menjadi pemicu bagi penguatan program rehabilitasi di Bangka Belitung, termasuk perluasan penanaman mangrove, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan kebijakan pengelolaan DAS. Kemenangan institusi lokal pada ajang nasional dapat menjadi contoh replikasi bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa terkait aktivitas tambang dan degradasi DAS.
- Fokus utama: Rehabilitasi DAS dan penguatan fungsi ekologis pesisir.
- Metode: Kolaborasi akademik-akar rumput dan penanaman bibit produktif serta bakau.
- Tujuan: Memperbaiki layanan ekosistem bagi masyarakat dan mencegah degradasi lebih lanjut.
Penghargaan Wana Lestari 2026 bagi Ketua FKP DAS Babel merupakan pengakuan resmi atas upaya pemulihan ekologis yang dapat menjadi model praktik di tingkat regional. Keberlanjutan program akan sangat bergantung pada dukungan kelembagaan, komitmen masyarakat, dan alokasi sumber daya untuk tindakan rehabilitasi berkelanjutan.