Gorontalo — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Gorontalo memperoleh dua predikat juara satu dalam penghargaan digitalisasi pengelolaan keuangan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo untuk periode Triwulan II tahun 2026. Penyerahan penghargaan dilakukan secara daring pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Detail penghargaan dan kategori
Penghargaan yang diterima Kemenhaj Gorontalo mencakup dua kategori utama, yakni pelaksanaan sistem manajemen kas elektronik dan tingkat transaksi tertinggi menggunakan sistem tersebut. Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi internal.
"Alhamdulillah, pagi ini adalah hari yang spesial bagi kami. Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo menyabet dua juara satu sekaligus dari Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo. Pada triwulan ini, Alhamdulillah pelaksanaan kinerja kita mendapatkan penghargaan yang cukup prestisius dari DJPb,"
Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Muhaiminul Aziz Yunus, penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen tim dalam menerapkan transaksi nontunai pada berbagai kegiatan operasional, termasuk pembayaran honorarium dan belanja operasional.
Rincian penghargaan
| Kategori | Predikat |
|---|---|
| Implementasi Cash Management System (CMS) | Terbaik I |
| Kategori Transaksi CMS Tertinggi | Terbaik I |
Menurut pernyataan resmi, penggunaan CMS meliputi berbagai transaksi rutin satker, dari pembayaran honor hingga kebutuhan operasional sehari-hari, yang dilaksanakan secara nontunai.
Implikasi bagi tata kelola keuangan daerah
Penerapan sistem manajemen kas elektronik seperti CMS pada satker pemerintah memiliki sejumlah implikasi positif bagi tata kelola keuangan, antara lain peningkatan transparansi, pengurangan penggunaan uang tunai, serta percepatan proses pencatatan dan pelaporan. Penghargaan dari DJPb menunjukkan bahwa Kemenhaj Gorontalo dianggap berhasil dalam aspek implementasi dan frekuensi pemanfaatan sistem.
- Transparansi: Transaksi nontunai memudahkan pelacakan serta audit internal dan eksternal.
- Efisiensi: Otomatisasi alur kas mengurangi waktu pemrosesan pembayaran.
- Keamanan: Pengurangan uang tunai menurunkan risiko penyimpangan dan kebocoran kas.
Mansur Basir menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi antara Bagian Tata Usaha dan seluruh tim bagian keuangan. Ia berharap penghargaan ini menjadi pemacu untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja di masa mendatang.
Muhaiminul menambahkan bahwa pencapaian tersebut merupakan wujud komitmen kolektif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenhaj Gorontalo. Penerapan transaksi nontunai dalam pembayaran honorarium kepada pemateri dan pembiayaan operasional disebut sebagai contoh konkret pemanfaatan CMS oleh satker tersebut.
Langkah selanjutnya dan harapan
Walaupun penilaian dan penghargaan berfokus pada triwulan II, penghargaan ini dapat menjadi indikator bagi pemerintah daerah dan satker lain untuk mempercepat adopsi digitalisasi keuangan. Penerapan CMS secara konsisten diharapkan mendorong standar pengelolaan keuangan yang lebih baik di lingkungan pemerintahan provinsi.
Dengan telah diraihnya dua predikat tertinggi ini, Kemenhaj Gorontalo diharapkan terus memperkuat kapasitas internal, meningkatkan literasi digital pegawai terkait prosedur CMS, serta menjaga akuntabilitas agar prestasi serupa dapat dipertahankan pada periode berikutnya.
Penyerahan penghargaan daring oleh Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo menutup rangkaian pengumuman untuk triwulan II. Ke depan, pengukuran kinerja yang konsisten dan transparan menjadi kunci bagi satker lain yang ingin meniru jejak keberhasilan Kemenhaj Gorontalo.