Palu — PT Pegadaian Area Palu mencatat realisasi investasi emas di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai Rp280 miliar hingga Agustus 2026, atau setara 134 persen dari target tahunan sebesar Rp202 miliar. Angka tersebut diumumkan pejabat Pegadaian pada 29 Agustus 2026 di Palu.
Data capaian dan profil nasabah
Menurut Deputy Bisnis Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah, realisasi nilai investasi itu didukung oleh basis nasabah yang terus berkembang. "Jumlah nasabahnya ada sekitar 12.500", kata Putra Aspin. Pegadaian mencatat kenaikan permintaan yang konsisten sehingga mendorong pencapaian di atas target.
Perusahaan juga melaporkan bahwa investasi emas di wilayah ini menunjukkan pertumbuhan rata-rata sekitar 6–7 persen setiap bulan. Faktor budaya, kemudahan transaksi, serta kebiasaan menabung emas menjadi penopang utama permintaan.
Faktor pendorong minat masyarakat
Putra Aspin menjelaskan beberapa faktor yang membuat investasi emas tetap diminati masyarakat Sulawesi Tengah. Selain tradisi menyimpan emas turun-temurun, kemudahan proses pembelian dan layanan Pegadaian turut menjadi daya tarik.
- Program promosi berupa potongan harga pembelian emas sekitar Rp70.000 per gram.
- Perluasan segmen melalui kerja sama dengan instansi pemerintah dan program sosial.
- Adanya layanan yang mempermudah transaksi bagi nasabah ritel dan aparatur sipil negara.
Program Keluarga Emas dan kerja sama dengan Pemprov
Kepala Departemen Produk Gadai Kantor Area Palu, Zia Ul Haqq Abrianto, menyatakan Pegadaian memperluas program investasi emas ke segmen aparatur sipil negara (ASN) melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
"Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan MoU dengan Pemprov Sulteng dan meluncurkan program Keluarga Emas, yang tujuannya bagaimana menyejahterakan masyarakat Sulteng agar minimal punya dua gram per keluarga,"
Program Keluarga Emas diarahkan untuk mendorong setiap keluarga memiliki sedikitnya dua gram emas sebagai langkah awal peningkatan kesejahteraan dan ketahanan finansial keluarga.
Dampak ekonomi lokal dan implikasi
Capaian realisasi investasi emas yang melampaui target menunjukkan adanya likuiditas dan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen emas. Secara makro, perilaku menabung emas dapat berfungsi sebagai penyangga terhadap volatilitas ekonomi rumah tangga, terutama di daerah yang memiliki tradisi konservatif dalam pengelolaan aset.
Bagi Pegadaian, pencapaian ini memperkuat posisi usaha mikro dan layanan keuangan inklusif di Sulawesi Tengah. Bagi pemerintah daerah, hasil ini dapat dijadikan dasar untuk memperluas program literasi dan inklusi keuangan berbasis aset produktif seperti emas.
Ringkasan angka penting
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Realisasi investasi emas (hingga Agustus 2026) | Rp280.000.000.000 |
| Target tahunan | Rp202.000.000.000 |
| Persentase pencapaian | 134% |
| Jumlah nasabah | ~12.500 |
| Pertumbuhan rata-rata per bulan | 6–7% |
| Potongan harga pembelian per gram | Rp70.000 |
Saran praktis bagi masyarakat
Bagi warga Sulteng yang mempertimbangkan investasi emas, beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Bandingkan harga per gram dan potongan promosi untuk mendapat biaya efektif terbaik.
- Perhitungkan tujuan kepemilikan—apakah untuk simpanan jangka panjang, warisan, atau likuiditas darurat.
- Manfaatkan program pemerintah atau kerja sama lembaga keuangan untuk akses yang lebih terjangkau.
Dengan pencapaian saat ini, Pegadaian Area Palu menunjukkan permintaan emas yang kuat di Sulawesi Tengah dan potensi pengembangan program inklusi keuangan berbasis aset emas. Ke depan, efektivitas program seperti Keluarga Emas akan menentukan sejauh mana kepemilikan emas dapat meluas ke seluruh lapisan masyarakat.