PAREPARE — Turnamen sepak bola Piala Gubernur Sulsel 2026 resmi dimulai di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kota Parepare, pada Sabtu. Pembukaan ditandai dengan pemukulan drum dan tendangan pertama yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, menandai dibukanya rangkaian pertandingan yang berlangsung di empat wilayah regional.
Empat regional untuk jangkauan lebih luas
Penyelenggara membagi kompetisi ke dalam empat zona agar lebih banyak kabupaten dan kota dapat ambil bagian serta menampilkan talenta lokal. Selain Parepare sebagai tuan rumah pembukaan, penyelenggaraan lanjut akan berlangsung di Bone, Palopo, dan Jeneponto.
- Stadion Gelora B.J. Habibie, Kota Parepare — Regional Ajatappareng (pembukaan)
- Kabupaten Bone — Regional Bosowasi
- Kota Palopo — Regional Luwu
- Kabupaten Jeneponto — Regional Selatan
Jadwal lanjutan pertandingan di tiga regional lainnya direncanakan mulai bergulir pada 31 Agustus 2026, sehingga kompetisi diharapkan dapat menjangkau berbagai komunitas sepak bola di hampir seluruh penjuru provinsi.
Hadiah dan tujuan pembinaan
Penyelenggara mengalokasikan total hadiah sebesar Rp500 juta untuk turnamen ini. Selain insentif finansial, pemeran utama acara menegaskan bahwa tujuan utama adalah pembinaan jangka panjang bagi atlet muda Sulawesi Selatan.
"Hari ini kita kick off Piala Gubernur Sulsel 2026. Total hadiah Rp500 juta dan pelaksanaannya terbagi di empat regional,"
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan aspek pembinaan serta harapan agar kompetisi menghasilkan pemain-pemain yang layak dipertimbangkan untuk persiapan mengikuti Pekan Olahraga Nasional. Konsep zonasi dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi daerah yang sebelumnya kurang terekspos agar dapat menunjukkan kapasitas atletnya.
"Paling penting lagi, Piala Gubernur ini sebagai ajang seleksi bibit-bibit generasi muda untuk persiapan menghadapi PON di tahun-tahun akan datang,"
Peserta dan harapan terhadap sportivitas
Rombongan pejabat daerah turut hadir pada pembukaan, antara lain Wali Kota Parepare, Bupati Wajo, Wakil Bupati Bone, serta Bupati Jeneponto dan unsur Forkopimda. Kehadiran tersebut menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pembinaan olahraga di tingkat lokal.
Penyelenggara juga mengingatkan agar peserta menjunjung tinggi sportivitas, kedisiplinan, dan semangat kompetisi yang sehat. Panitia menargetkan turnamen bukan sekadar perebutan hadiah, tetapi juga laboratorium perkembangan teknik, taktik, dan mental bagi pemain muda.
Dampak bagi pembinaan sepak bola Sulsel
Pembagian ke empat regional memungkinkan pantauan yang lebih terstruktur terhadap potensi atlet dari berbagai daerah. Dengan demikian, proses seleksi untuk jenjang yang lebih tinggi menjadi lebih representatif dan membuka peluang bagi pemain dari kabupaten/kota kecil untuk dikenal di tingkat provinsi bahkan nasional.
| Regional | Kota/Kabupaten Tuan Rumah | Tanggal Awal |
|---|---|---|
| Ajatappareng | Parepare | 29 Agustus 2026 (pembukaan) |
| Bosowasi | Bone | 31 Agustus 2026 |
| Luwu | Palopo | 31 Agustus 2026 |
| Regional Selatan | Jeneponto | 31 Agustus 2026 |
Ke depan, hasil observasi teknis selama turnamen akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi dan klub-klub pembinaan dalam menyusun program latihan, pemantauan perkembangan pemain, serta penentuan pemain yang berpotensi dikirim ke seleksi PON.
Pelaksanaan kompetisi yang tersebar di beberapa kabupaten/kota juga berpeluang mendorong ekonomi lokal melalui kunjungan suporter, aktivitas kuliner, dan penggunaan fasilitas stadion setempat, meskipun skala dampak ekonomi bergantung pada jumlah penonton dan durasi pertandingan di tiap lokasi.
Panitia pelaksana menyatakan akan memantau kepatuhan protokol pertandingan dan memastikan jadwal berjalan sesuai rencana. Bagi klub atau pemain yang ingin mengikuti, informasi pendaftaran dan regulasi teknis disediakan oleh Dinas yang membidangi olahraga di masing-masing daerah.
Pelaksanaan Piala Gubernur Sulsel 2026 diharapkan menjadi titik awal penguatan pembinaan sepak bola provinsi, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya talenta yang mampu mengangkat nama Sulawesi Selatan di kancah nasional.
Andi Wahyuni, Koresponden Daerah - Sulawesi Selatan