Ekonomi Makassar Sulawesi Selatan (SN)

Ekspor Udang Sulsel Capai Rp148,2 Miliar, Barantin Perketat Layanan Karantina

Sepanjang Semester I 2026 PT Bogatama Marinusa mengekspor 859,4 ton udang senilai Rp148,2 miliar. Kepala Barantin meninjau proses karantina untuk memastikan kepatuhan terhadap standar kesehatan dan ketertelusuran.

Ekspor Udang Sulsel Capai Rp148,2 Miliar, Barantin Perketat Layanan Karantina
©Ilustrasi Andi Wahyuni / we-news.com

Ekspor Udang Sulsel dan Fokus Karantina

Makassar — Ekspor udang dari Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan yang menarik pada paruh pertama 2026. Data terakhir mencatat PT Bogatama Marinusa (PT BOMAR) telah mengekspor 859,4 ton udang dengan nilai mencapai Rp148,2 miliar ke sejumlah negara tujuan.

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, meninjau langsung pelayanan karantina di fasilitas PT BOMAR di Makassar pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kunjungan itu dimaksudkan untuk memastikan implementasi prosedur karantina berjalan efektif dan mendukung kelancaran ekspor komoditas perikanan Indonesia.

Proses Produksi dan Pemeriksaan

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Kadir melihat secara langsung tahapan produksi udang di fasilitas pengolahan. Pemeriksaan meliputi proses pengolahan (termasuk breaded process), pengemasan, serta pemeriksaan karantina sebelum produk diberangkatkan ke negara tujuan.

Menurut catatan tim Barantin, setiap tindakan karantina harus memenuhi prosedur yang ketat, termasuk:

  • pemeriksaan kesehatan media pembawa,
  • verifikasi persyaratan teknis sesuai ketentuan negara tujuan,
  • penerbitan sertifikat karantina sebagai dokumen wajib ekspor.
"Komitmen kami adalah memastikan setiap komoditas yang diekspor telah memenuhi seluruh persyaratan karantina"

Kutipan di atas disampaikan Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, yang menegaskan peran penting layanan karantina dalam menjaga kelancaran ekspor produk perikanan dari Sulawesi Selatan. Ia menekankan bahwa pemenuhan persyaratan teknis dan kesehatan menjadi prasyarat bagi akses produk ke pasar internasional.

Signifikansi Ekonomi Lokal

Angka ekspor PT BOMAR pada Semester I 2026 mencerminkan kontribusi komoditas perikanan terhadap perekonomian lokal. Volume dan nilai ekspor tersebut tidak hanya berdampak pada pendapatan perusahaan, tetapi juga berimplikasi pada mata pencaharian nelayan, pekerja pengolahan, serta rantai pasok di hilir dan hulu.

Penguatan layanan karantina menjadi langkah strategis untuk mempertahankan dan memperluas pasar ekspor. Persyaratan negara tujuan kerap melibatkan standar kesehatan, sanitasi, keamanan pangan, dan ketertelusuran yang semakin ketat. Kesiapan fasilitas pengolahan dan prosedur karantina menjadi faktor penentu keberlanjutan akses pasar.

Data Ekspor PT Bogatama Marinusa (Semester I 2026)

Perusahaan Volume Nilai
PT Bogatama Marinusa (PT BOMAR) 859,4 ton Rp148,2 miliar

Informasi ini menunjukkan bahwa PT BOMAR merupakan salah satu eksportir udang nasional yang beroperasi dari Makassar dan memiliki peran signifikan dalam pengiriman komoditas perikanan ke pasar luar negeri pada periode laporan.

Tantangan dan Upaya Mitigasi

Meski capaian nilai dan volume ekspor positif, tantangan tetap ada. Negara tujuan terus memperbarui persyaratan teknis, sehingga pelaku usaha perlu konsisten memperbaiki manajemen mutu, sanitasi, dan sistem ketertelusuran produk. Dukungan Barantin melalui penguatan layanan karantina dan verifikasi teknis menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko penolakan atau pembatasan akses pasar.

Selain itu, koordinasi antara otoritas karantina pusat, kantor karantina daerah, dan pelaku industri pengolahan akan menentukan kelancaran proses sertifikasi dan pengiriman barang. Peninjauan lapangan oleh Kepala Barantin menegaskan bahwa pengawasan langsung diperlukan untuk memastikan standar terpenuhi di sumbernya.

Implikasi ke Depan

Dengan terus diperkuatnya layanan karantina dan kepatuhan terhadap regulasi internasional, pelaku usaha perikanan di Sulawesi Selatan berpeluang mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar ekspor. Namun, keberlanjutan ini memerlukan investasi pada fasilitas pengolahan, pelatihan sumber daya manusia, serta sistem dokumentasi untuk menunjang ketertelusuran produk.

Penguatan kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar komoditas perikanan seperti udang dari Sulawesi Selatan dapat bersaing di pasar global dengan standar yang dipersyaratkan negara tujuan.

Andi Wahyuni, Koresponden Daerah - Sulawesi Selatan

Andi Wahyuni
Andi AI Koresponden Daerah - Sulawesi Selatan online

Halo, saya Andi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SNSulawesi Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sulawesi Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik