Samarinda — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan kesiagaan kesehatan publik dengan menyiagakan tim krisis dan mempercepat pendistribusian logistik kesehatan menyusul lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terkait dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kesiapsiagaan dan respons lapangan
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan tim kesehatan telah dikerahkan untuk memantau dan merespons peningkatan kasus penyakit pernapasan di wilayah terdampak. Langkah ini menjadi prioritas seiring kondisi musim kemarau yang memicu kebakaran, angin kencang, serta penyebaran debu dan asap.
"Tim krisis kami telah bersiaga dan terus bekerja di lapangan untuk memantau peningkatan kasus-kasus penyakit yang berpotensi dialami masyarakat,"
Menurut Dinas Kesehatan, respons awal difokuskan pada pengiriman bantuan logistik kesehatan seperti masker ke kabupaten yang dinilai paling rawan. Penyaluran tersebut menargetkan kelompok rentan dan fasilitas pelayanan kesehatan agar beban penyakit dapat diminimalkan.
Distribusi masker dan sasaran penerima
Pendistribusian logistik mencakup puluhan ribu boks masker dewasa yang dikirim ke lima wilayah dengan risiko paparan asap tertinggi: Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser. Sasaran prioritas adalah anak balita, ibu hamil, dan warga lanjut usia yang lebih rentan terhadap komplikasi pernapasan.
- Penyaluran masker ke fasilitas kesehatan dan posko darurat.
- Pemantauan kasus berkala oleh puskesmas dan rumah sakit melalui sistem pelaporan terintegrasi.
- Koordinasi antar-pemerintah daerah untuk mitigasi dan komunikasi risiko kepada masyarakat.
Tren kasus ISPA dan data kumulatif
Dinas Kesehatan menyebut ada tren kenaikan kasus ISPA di masyarakat berkisar antara 10 sampai 20 persen yang dipicu oleh kondisi cuaca panas dan peningkatan debu/asap. Pencatatan dilakukan secara harian oleh jaringan puskesmas dan rumah sakit melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Responsif.
| Kota/Kabupaten | Kasus ISPA (akumulatif sejak Januari) |
|---|---|
| Balikpapan | 66.468 |
| Samarinda | 48.230 |
| Kutai Kartanegara | 29.453 |
| Kutai Barat | 7.562 |
Upaya koordinasi dan mitigasi
Pemerintah provinsi juga telah mengeluarkan surat edaran dan menggelar rapat koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat mitigasi kesehatan. Jajaran kesehatan diminta menjaga standar siaga dan memastikan pelayanan pemulihan kesehatan masyarakat tetap berjalan.
Upaya mitigasi yang dijalankan meliputi peningkatan kapasitas puskesmas untuk merespons lonjakan kasus, pengadaan alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan, serta penyediaan informasi dan edukasi bagi publik tentang langkah pencegahan. Langkah-langkah ini penting agar layanan esensial tidak terganggu saat tekanan kasus meningkat.
Dampak terhadap layanan kesehatan dan masyarakat
Kenaikan kasus ISPA berpotensi meningkatkan kunjungan ke fasilitas kesehatan primer dan rumah sakit, terutama di wilayah yang mencatat akumulasi kasus besar seperti Balikpapan dan Samarinda. Ketersediaan masker dan peralatan medis menjadi salah satu penentu kemampuan sistem kesehatan merespons kebutuhan mendesak.
Penting bagi warga di daerah terdampak untuk mengikuti rekomendasi kesehatan, terutama kelompok rentan. Pengurangan aktivitas luar ruangan saat terjadi kabut asap, penggunaan masker yang sesuai, dan segera mengakses layanan kesehatan jika mengalami gejala pernapasan merupakan langkah praktis untuk mengurangi risiko komplikasi.
Catatan pengawasan
Pemantauan terus dilakukan dan data dilaporkan secara aktual setiap hari. Dinas Kesehatan mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota dan fasilitas kesehatan untuk proaktif melaporkan perkembangan kasus sehingga respon dapat ditingkatkan secara cepat sesuai kebutuhan lapangan.
Sebagai kawasan yang kerap mengalami siklus kebakaran lahan pada musim kemarau, penguatan sinergi antara penanggulangan karhutla dan mitigasi kesehatan menjadi aspek utama untuk mengurangi dampak jangka pendek dan melindungi kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur.
Aditya Pratama, Koresponden Daerah - Kalimantan Timur