Manado — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini meningkatnya tinggi gelombang hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sulawesi Utara (Sulut) dan sekitarnya. Peringatan ini berlaku hingga 31 Agustus 2026 dan ditujukan kepada warga pesisir serta pelaku aktivitas kelautan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sifat peringatan dan penyebab
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Aqil Ihsan, menyampaikan bahwa kondisi angin yang dominan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan antara 10–30 knot menjadi faktor pemicu meningkatnya tinggi gelombang di wilayah perairan Sulut. Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan selatan Provinsi Sulut serta beberapa perairan kabupaten kepulauan.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 31 Agustus 2026,"
Wilayah berpotensi gelombang sedang hingga tinggi
Aqil menyebutkan ada potensi gelombang berkisar antara 1,25–2,5 meter (sedang) yang bisa terjadi di beberapa perairan Sulawesi Utara. Wilayah yang diperingatkan antara lain perairan selatan Provinsi Sulut, perairan Kabupaten Minahasa Utara, serta perairan kabupaten kepulauan seperti Sitaro, Sangihe, dan Talaud, serta laut di sekitar Laut Maluku.
- Perairan Selatan Provinsi Sulawesi Utara: gelombang 1,25–2,5 m
- Perairan Kabupaten Minahasa Utara: gelombang 1,25–2,5 m
- Perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau-Tagulandang-Biaro): gelombang 1,25–2,5 m
- Perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe: gelombang 1,25–2,5 m
- Perairan Kabupaten Kepulauan Talaud: gelombang 1,25–2,5 m
- Laut Maluku (sebagian berdekatan Sulut): gelombang 1,25–2,5 m
Imbauan keselamatan bagi masyarakat dan pelaku pelayaran
BMKG mengimbau masyarakat untuk berhati-hati apabila melakukan kegiatan di laut. Kondisi angin kencang disertai gelombang tinggi dapat membahayakan kapal kecil, nelayan tradisional, serta transportasi penyeberangan antarpulau yang melayani rute di Sulut.
Imbauan praktis yang perlu diperhatikan:
- Pelaku pelayaran kecil dan nelayan tradisional disarankan menunda keberangkatan selama peringatan berlangsung.
- Operator kapal penumpang di pelabuhan agar menyesuaikan jadwal berangkat dan melakukan pemeriksaan keselamatan tambahan.
- Warga pesisir diminta menjauhi area laut terbuka dan menjaga kapal mereka dari hantaman gelombang tinggi.
- Selalu ikuti informasi terkini dari BMKG, otoritas pelabuhan, dan instansi terkait.
Dampak potensial bagi aktivitas lokal
Gelombang mencapai 2,5 meter berpotensi mengganggu rute pelayaran lokal yang menghubungkan Manado dengan kawasan kepulauan di Sulawesi Utara. Selain aspek keselamatan, gangguan operasional juga dapat menunda distribusi logistik dan mobilitas penduduk yang bergantung pada layanan kapal penumpang.
Pihak pelabuhan, termasuk Pelabuhan Manado yang melayani rute ke daerah kepulauan, perlu meningkatkan koordinasi dengan BMKG dan otoritas pelayaran setempat agar keputusan pembatalan atau penundaan berangkat diambil berdasarkan penilaian risiko yang jelas.
Informasi cuaca lebih lanjut
BMKG merekomendasikan masyarakat untuk terus memantau peringatan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan saluran informasi lokal. Data terkini mengenai kecepatan angin, tinggi gelombang, serta perkiraan pergerakan cuaca akan membantu pelaku lapangan membuat keputusan keselamatan yang tepat.
Peringatan dini ini disampaikan sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut. Warga dan operator transportasi laut di Sulawesi Utara diminta tidak mengabaikan imbauan keselamatan sampai kondisi dinyatakan aman oleh BMKG dan otoritas terkait.