Gianyar, Bali — Bali United memasang target tinggi menjelang kompetisi Super League 2026/2027: mengumpulkan tiga poin pada setiap pertandingan kandang yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Ambisi ini disampaikan oleh pelatih kepala klub, Johnny Jansen, pada Rabu di Gianyar sebagai bagian dari persiapan tim menghadapi musim baru.
Jansen menilai bahwa performa kandang Bali United harus diperbaiki setelah musim sebelumnya klub belum konsisten ketika bermain di hadapan pendukung sendiri. Evaluasi terhadap hasil musim lalu menjadi dasar penetapan target ambisius itu.
"Kami ingin meraih kemenangan yang lebih banyak di partai kandang mengingat musim lalu belum terlalu konsisten ketika bermain di rumah,"
Evaluasi hasil musim lalu
Berdasarkan catatan kompetisi musim 2025/2026, Bali United menutup musim di posisi kedelapan klasemen. Tim meraih 14 kemenangan, mengalami 11 kekalahan, dan mencatat sembilan hasil imbang sepanjang kompetisi. Khusus di markas sendiri, dari 17 laga kandang, Bali United meraih enam kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kekalahan.
Angka-angka tersebut menjadi bahan kerja bagi pelatih dan staf untuk merancang strategi yang mampu meningkatkan efektivitas tim saat berlaga di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Selain aspek taktik, faktor nonteknis seperti dukungan suporter juga disebut sebagai komponen penting untuk meningkatkan semangat permainan pemain.
Manfaat dukungan suporter
Jansen menekankan bahwa kehadiran pendukung di stadion memberi nilai tambah emosional bagi tim tuan rumah. Menurutnya, atmosfer dukungan dapat menjadi energi tambahan yang membantu pemain tampil lebih baik di lapangan.
Dengan target meraih poin maksimal di kandang, klub diharapkan meningkatkan keterlibatan suporter melalui berbagai inisiatif komunikasi dan program pertandingan agar atmosfer di Stadion Kapten I Wayan Dipta lebih mendukung performa tim.
Jadwal pembuka musim
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional itu dijadwalkan bergulir mulai September 2026. Bali United akan menjalani laga pembuka musim dengan menghadapi PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Jumat, 4 September 2026. Pertemuan ini menjadi pembuka yang memiliki nilai historis karena sempat menjadi laga pembuka sebelumnya, pada musim 2023/2024.
Pada pertemuan sebelumnya dengan PSS Sleman, Bali United kalah di kandang setelah gol tunggal dari Ricky Cawor. Kekalahan tersebut menjadi salah satu catatan yang ingin diperbaiki oleh tim jelang musim baru.
Fokus perbaikan konsistensi
Musim perdana Johnny Jansen menukangi Bali United merupakan 2025/2026. Walau belum memuaskan dari segi posisi klasemen, proses adaptasi dan evaluasi menjadi fokus pelatih Belanda tersebut. Target kemenangan di setiap laga kandang mencerminkan kehendak klub untuk segera meningkat dari segi hasil dan konsistensi permainan.
Dalam upaya mencapai sasaran tersebut, pengaturan program latihan, persiapan strategi menghadapi lawan-lawan yang beragam, serta manajemen kebugaran pemain diperkirakan menjadi prioritas tim pelatih selama pramusim dan menjelang kickoff kompetisi.
- Target klub: tiga poin di setiap laga kandang Super League 2026/2027.
- Catatan musim lalu: posisi kedelapan, 14 menang, 11 kalah, 9 imbang.
- Laga pembuka: vs PSS Sleman, Stadion Kapten I Wayan Dipta, 4 September 2026.
| Aspek | Musim 2025/2026 |
|---|---|
| Posisi klasemen | Kedelapan |
| Kemenangan | 14 |
| Kekalahan | 11 |
| Imbang | 9 |
| Hasil kandang (dari 17) | 6 menang, 6 imbang, 5 kalah |
Penerapan target ambisius ini membuka harapan baru bagi suporter Serdadu Tridatu. Keseriusan klub dan pelatih dalam mengejar konsistensi menjadi faktor penentu apakah Bali United mampu mengubah angka-angka dari musim sebelumnya menjadi prestasi yang lebih baik pada kompetisi yang akan datang.
Pelaksanaan pertandingan kandang yang lebih intensif dan dukungan suporter yang kuat akan menjadi faktor kunci dalam usaha Bali United mencapai sasaran yang telah dipatok.