Rakor dipimpin Mendagri, Pemko Binjai perkuat pengendalian harga pangan
Binjai — Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP., bersama sejumlah kepala dinas mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring dari Binjai Command Center (BCC) pada Senin, 10 Agustus 2026. Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian.
Rakor membahas langkah-langkah pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan yang menjadi perhatian pemerintahan daerah, termasuk lonjakan harga daging ayam ras di Kota Binjai. Hadir mendampingi wali kota Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian, dan Perdagangan Drs. Hamdani Hasibuan; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Gelora Jaya Ananda, S.P.; serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Irsan Firdaus, S.H., M.AP.
Harga ayam ras meningkat, Pemko fokus pada ketersediaan pasokan
Berdasarkan data Sistem Pemantauan dan Pengendalian Pasar (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 8 Agustus 2026, tercatat harga ayam ras di Kota Binjai berada pada angka Rp42.000 per kilogram dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 29,78 persen. Pemerintah kota mencatat kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pasar, seiring dengan kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Binjai dalam menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat," kata pernyataan resmi Pemerintah Kota Binjai yang disampaikan pada rakor.
Dalam pertemuan daring itu, Pemko Binjai menegaskan upaya menjaga stabilitas pasokan dan menekan gejolak harga melalui berbagai langkah koordinatif dan operasi pasar.
Gerakan Pangan Murah dan sinergi antarinstansi
Salah satu langkah yang dinyatakan sebagai prioritas adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dijalankan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Perum Bulog. Program tersebut diarahkan untuk menambah ketersediaan komoditas strategis di pasar lokal sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
- Menjaga pasokan bahan pangan pokok seperti daging ayam ras;
- Menyinkronkan data harga dan stok antar dinas terkait;
- Mengoptimalkan operasi pasar melalui Bulog dan mitra distribusi.
Pemko juga menyorot perlunya sinkronisasi data layanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan pertanahan, integrasi data perpajakan dan pertanahan, serta sosialisasi Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 6 Tahun 2026 terkait program bedah rumah. Meski pembahasan tersebut tampak administratif, sinkronisasi data dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang berdampak pada pelayanan publik dan stabilitas ekonomi lokal.
Data ringkas harga dan indikator
| Indikator | Nilai | Tanggal |
|---|---|---|
| Harga ayam ras (per kg) | Rp42.000 | 8 Agustus 2026 |
| Indeks Perkembangan Harga (IPH) | 29,78% | Perbandingan terakhir |
Data tersebut menjadi acuan pemerintah daerah untuk merancang intervensi pasar dan kebijakan yang ditujukan menahan laju inflasi terutama pada kelompok pangan. "Intinya, kami harus menjamin ketersediaan pasokan sehingga harga tidak melambung dan memberatkan warga," ujar perwakilan Pemko dalam rakor.
Konsekuensi lokal dan langkah kedepan
Bagi masyarakat Binjai, kenaikan harga ayam ras berarti tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga, khususnya keluarga berpendapatan rendah yang menjadikan ayam sebagai salah satu sumber protein utama. Bagi pedagang dan distributor lokal, fluktuasi harga menuntut penyesuaian harga jual dan manajemen pasokan yang lebih baik.
Pemerintah Kota Binjai telah menempatkan langkah koordinatif sebagai prioritas: memperkuat kerjasama antar-OPD, memperluas jangkauan operasi pasar murah, dan meningkatkan pemantauan harga secara berkala. Upaya-upaya ini diharapkan mampu menekan laju inflasi di sektor pangan dan menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Secara tegas: rakor yang dipimpin Mendagri bukan sekadar pertemuan administratif—ini soal daya beli orang Binjai sehari-hari. Kita tunggu implementasinya di lapangan; masyarakat berhak meminta bukti nyata efek kebijakan itu terhadap harga di pasar tradisional dan warung dekat rumah.