Inovasi lokal untuk kebutuhan peternak
SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mengembangkan mesin produksi pakan terintegrasi bernama SIDECO (Simple Feeder Compact) yang ditujukan untuk membantu peternak mengolah bahan pakan lokal menjadi pelet secara lebih praktis dan efisien. Program ini merupakan bagian dari Program Desa Binaan 2026 yang difasilitasi Kemdiktisaintek dan melibatkan tim dosen serta mahasiswa UMSIDA.
Konsep dan komponen mesin
Tim UMSIDA merancang SIDECO untuk menggabungkan beberapa tahapan pengolahan pakan dalam satu unit sehingga peternak tidak perlu mengoperasikan beberapa mesin terpisah. Rangkaian proses meliputi pencacahan, pencampuran, hingga pencetakan pelet.
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Mesin pencacah | Mencacah bahan seperti rumput menjadi ukuran homogen |
| Mesin pencampur | Mencampur bahan pakan dan konsentrat cair |
| Mesin pencetak pelet | Mencetak campuran menjadi pelet siap pakai |
| Mesin diesel 8,5 HP | Sumber penggerak yang memungkinkan operasi tanpa listrik |
Manfaat praktis bagi peternak
Menurut Prof. Hana Catur Wahyuni, MT., IPM, pengembangan SIDECO dilatarbelakangi kebutuhan peternak untuk memanfaatkan bahan pakan yang tersedia di sekitar peternakan. Ia menjelaskan bahwa mesin ini dirancang agar sesuai dengan kondisi lapangan dan kemampuan operasional peternak.
"Konsep SIDECO adalah mengintegrasikan beberapa proses pengolahan pakan dalam satu mesin, sehingga peternak tidak perlu menggunakan beberapa unit mesin secara terpisah,"
Beberapa manfaat langsung yang disebutkan pengembang antara lain:
- Efisiensi operasional: menggantikan beberapa peralatan menjadi satu unit ringkas.
- Kemandirian energi: penggunaan mesin diesel 8,5 HP memungkinkan operasi di lokasi tanpa pasokan listrik stabil.
- Keselamatan kerja: transmisi yang menggunakan pulley dan V-belt dilengkapi pelindung untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Tata kerja dan opsi penggunaan
Proses produksi dimulai dengan pencacahan bahan utama seperti rumput, dilanjutkan pencampuran dengan bahan lain dan konsentrat cair jika diperlukan. Setelah tercampur merata, bahan diteruskan ke unit pencetak pelet. Desain rangka utama yang mengintegrasikan seluruh komponen diupayakan agar mesin lebih ringkas dan mudah dipindah-pindah sesuai kebutuhan peternak.
Dampak yang diharapkan bagi ekonomi lokal
Inovasi seperti SIDECO berpotensi memperkuat ketahanan pakan bagi peternak skala kecil di Sidoarjo. Dengan kemampuan mengolah bahan lokal menjadi pakan berkualitas, peternak bisa menekan biaya pakan komersial dan meningkatkan kontinuitas pasokan pakan. Jika adopsi meluas, hal ini dapat memperbaiki produktivitas usaha ternak dan berimplikasi positif terhadap pendapatan rumah tangga peternak.
Pengembang menekankan bahwa teknologi tepat guna harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan disesuaikan dengan kemampuan operasional peternak. UMSIDA melalui Program Desa Binaan akan melanjutkan pendampingan untuk uji lapangan dan penyesuaian desain agar mesin dapat dioperasikan dengan mudah oleh kelompok tani dan peternak setempat.
Langkah selanjutnya mencakup evaluasi biaya produksi, kemudahan perawatan, dan pelatihan pengguna agar manfaat SIDECO dapat dinikmati secara optimal oleh komunitas peternak di Sidoarjo dan sekitarnya.