PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan sekitar 39,1 persen guru di provinsi ini diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam rentang waktu empat hingga lima tahun ke depan. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026 — Seminar dan Workshop Pendidikan bertajuk "Energy of Teacher" di Padang, Kamis (13/8/2026).
Ancaman terhadap keberlanjutan tenaga pendidik
Mahyeldi menilai kondisi tersebut merupakan tantangan serius bagi keberlanjutan layanan pendidikan di Sumatera Barat. Menurutnya, regenerasi guru harus menjadi perhatian bersama pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan agar ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas tetap terjaga.
"Sumbar juga menghadapi tantangan regenerasi tenaga pendidik. Sekitar 39,1 persen guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun ke depan,"
Pernyataan gubernur menegaskan bahwa selain jumlah, aspek kompetensi dan kepemimpinan guru perlu dipersiapkan agar kualitas pembelajaran tidak menurun ketika gelombang pensiun itu terjadi.
Data dan modal yang dimiliki
Mahyeldi juga menyampaikan sejumlah data yang menjadi modal daerah dalam menghadapi tantangan regenerasi. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Mei 2025:
- 20.558 guru telah tersertifikasi.
- 96,6 persen guru memiliki kualifikasi pendidikan S1/D4.
- 18.386 guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
- 2.540 guru berstatus honorer.
- 1.548 Guru Penggerak aktif.
- Dari Guru Penggerak, 1.078 memenuhi syarat menjadi kepala sekolah dan 174 telah dipercayakan memimpin sekolah.
Angka-angka ini dipandang Mahyeldi sebagai modal penting. Keberadaan guru tersertifikasi, mayoritas berkualifikasi sarjana, serta inisiatif pembinaan seperti Guru Penggerak dapat membantu memperlancar proses transisi tenaga pendidik di sekolah-sekolah.
Fokus pada pengembangan kompetensi dan kepemimpinan
Gubernur mengajak pemangku kepentingan untuk memperkuat berbagai wadah pengembangan kompetensi guru, antara lain Komunitas Belajar, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan Rumah Pendidikan. Ia menekankan agar semangat dari forum seperti Teacher Summit tidak hanya berhenti pada diskusi, melainkan diimplementasikan di kelas.
Pernyataan itu menyoroti kebutuhan dua langkah selaras: mempercepat proses pengisian formasi guru yang kosong dan meningkatkan kapasitas pendidik yang ada agar mampu mengemban tugas di era pembelajaran digital dan perubahan kurikulum.
Implikasi bagi kebijakan daerah dan sekolah
Proyeksi pensiun massal ini memiliki beberapa implikasi kebijakan yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota:
- Perencanaan kebutuhan formasi guru jangka menengah dan panjang, termasuk mekanisme rekrutmen ASN dan pemanfaatan tenaga non-ASN.
- Penguatan program sertifikasi, tunjangan, dan insentif untuk menarik calon guru bermutu.
- Peningkatan pelatihan kepemimpinan untuk calon kepala sekolah agar suksesi berjalan lancar.
- Optimalisasi peran Guru Penggerak dan jaringan komunitas profesional guru.
| Aspek | Angka |
|---|---|
| Guru tersertifikasi | 20.558 |
| Guru berkualifikasi S1/D4 | 96,6% |
| Guru ASN | 18.386 |
| Guru honorer | 2.540 |
| Guru Penggerak | 1.548 |
Semua langkah tersebut perlu dirancang dengan mempertimbangkan karakter lokal Sumatera Barat, agar solusi regenerasi tidak hanya sekadar numerik tetapi juga mempertahankan budaya pengajaran dan nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas pendidikan di ranah Minang.
Panggilan untuk kolaborasi
Mahyeldi mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan: pemerintah daerah, dinas pendidikan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas guru, serta masyarakat. Ia menekankan bahwa peran guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi pembentuk karakter generasi penerus yang akan menjaga warisan budaya dan daya saing daerah.
Dengan kata lain, persiapan menghadapi gelombang pensiun para guru harus dipandang sebagai kerja panjang bersama—ibarat merangkai saluang yang indah, diperlukan ketelitian, kesabaran, dan gotong-royong agar melodi pendidikan Sumbar terus mengalun merdu.
Reporter: Yeni Marlina, Koresponden Daerah — Sumatera Barat