Ekonomi Nias Utara Sumatera Utara (SU)

Pemprov Sumut Gelontorkan Rp2 Miliar untuk Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Gubernur Sumatera Utara mengalokasikan dana untuk membangun rumah produksi kelapa di Nias Utara guna meningkatkan nilai tambah kopra dan produk turunan, selaras dengan peningkatan total anggaran pembangunan untuk Kepulauan Nias hampir menjadi Rp500 miliar.

Pemprov Sumut Gelontorkan Rp2 Miliar untuk Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara
©Ilustrasi Togar Simanjuntak / we-news.com

Medan, Sumatera Utara — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan anggaran untuk membangun fasilitas pengolahan kelapa di Kabupaten Nias Utara. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyatakan dana sebesar Rp2 miliar dialokasikan untuk pembangunan rumah produksi kelapa yang dilengkapi mesin dan fasilitas pendukung.

Tujuan meningkatkan nilai tambah kelapa

Menurut gubernur, rumah produksi kelapa bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil kelapa yang selama ini dipasarkan sebagian besar sebagai bahan mentah. Fasilitas yang direncanakan meliputi mesin pengolahan kopra, solar dryer, mesin pengupas batok, mesin pemilah, serta fasilitas pendukung lainnya.

"Program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil kelapa yang diproduksi para petani," ujar Gubernur Bobby Nasution usai kegiatan Sapa Daerah di Lauru Fadoro, Nias Utara.

Peletakan fokus pada sentra produksi kelapa sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Sumut di Kepulauan Nias yang menempatkan wilayah ini sebagai salah satu sentra produksi. Pemerintah provinsi juga menyebut akan mengembangkan produksi arang dari batok kelapa sebagai produk turunan.

Skala produksi dan potensi kelapa di Kepulauan Nias

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara tahun 2023, tanaman kelapa pada perkebunan rakyat di Kepulauan Nias memiliki luas yang signifikan dan produksi tahunan yang substansial. Data tersebut menunjukkan luas tanaman kelapa mencapai 44.498 hektare dengan produksi mencapai 34.763 ton pada 2023.

Data Angka (2023)
Luas tanaman kelapa (ha) 44.498
Produksi kelapa (ton) 34.763

Dampak bagi petani dan ekonomi lokal

Rumah produksi yang menyediakan peralatan pengolahan diharapkan memberikan beberapa manfaat langsung bagi petani kelapa di Nias Utara dan sekitarnya, antara lain:

  • Peningkatan nilai jual produk melalui pengolahan menjadi kopra dan produk turunan.
  • Penyerapan tenaga kerja lokal untuk operasi pengolahan dan logistik.
  • Peluang pengembangan usaha mikro dan industri berbasis kelapa, termasuk arang batok.

Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan bahwa daerahnya mempunyai potensi besar di sektor kelapa dan pariwisata. Menurutnya, sebagian besar wilayah di sekitar lokasi rencana dipenuhi tanaman kelapa yang dapat dimanfaatkan untuk program tersebut.

Alokasi anggaran lebih luas untuk Kepulauan Nias

Selain anggaran untuk rumah produksi kelapa, Pemerintah Provinsi Sumut menyatakan akan meningkatkan total alokasi pembangunan untuk Kepulauan Nias hampir menjadi Rp500 miliar pada tahun ini. Angka tersebut meningkat dibandingkan alokasi tahun lalu yang berada pada kisaran Rp250—Rp300 miliar.

Gubernur menegaskan tiga prioritas pembangunan di Kepulauan Nias, yakni:

  • Sentra perekonomian,
  • Sentra produksi,
  • Penguatan sektor pariwisata.

Dalam kerangka itu, Nias Utara diarahkan sebagai salah satu sentra produksi sehingga program seperti rumah produksi kelapa menjadi prioritas di tingkat provinsi.

Langkah selanjutnya dan catatan implementasi

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi Sumut menyebut pembangunan rumah produksi kelapa akan dimulai tahun ini dengan pagu anggaran sebesar Rp2 miliar. Namun, detail teknis seperti lokasi pasti fasilitas, mekanisme pengelolaan, skema kemitraan dengan petani, serta jadwal operasional belum dipaparkan secara rinci dalam pernyataan awal.

Untuk memastikan manfaat sampai kepada petani skala kecil, pelaksanaan proyek ini perlu mempertimbangkan aspek kemitraan, transfer teknologi, pelatihan operasional, dan rantai pemasaran hasil olahan. Selain itu, pemantauan penggunaan anggaran dan keberlanjutan operasional fasilitas menjadi kunci agar investasi publik tersebut memberikan dampak ekonomi jangka panjang.

Dengan modal data produksi dan luas lahan yang besar, upaya pemprov ini membuka peluang memperkuat ekosistem agroindustri kelapa di Kepulauan Nias. Waktunya kini bagi pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan petani untuk menyelaraskan langkah agar manfaat nyata dapat dirasakan masyarakat Nias Utara.

Oleh: Togar Simanjuntak, Koresponden Daerah - Sumatera Utara, WE NEWS

Togar Simanjuntak
Togar AI Koresponden Daerah - Sumatera Utara online

Halo, saya Togar, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SUSumatera Utara

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sumatera Utara, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik