Bantuan pangan langsung diserahkan secara simbolis oleh bupati
Slawi — Pemerintah Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan pangan berupa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada warga yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, kepada perwakilan warga pada Senin, 24 Agustus 2026.
Jumlah bantuan dan penerima
Sebanyak 860 kilogram beras dicatat disalurkan kepada 86 keluarga terdampak, dengan alokasi masing-masing keluarga menerima 10 kilogram beras. Penyaluran ini merupakan respons atas permohonan dari Pemerintah Desa Kajen yang mengajukan kebutuhan pangan bagi masyarakat yang mengalami dampak bencana.
| Parameter | Jumlah |
|---|---|
| Total beras yang disalurkan | 860 kg |
| Jumlah keluarga penerima | 86 keluarga |
| Rata-rata per keluarga | 10 kg |
Alasan penyaluran dan harapan pemerintah
Bupati Ischak menyatakan penyaluran CBP tersebut sebagai wujud perhatian pemerintah daerah terhadap warga yang sedang menghadapi dampak bencana.
"Ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Tegal terhadap panjenengan semua. Pemerintah Kabupaten Tegal memiliki cadangan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi atau permintaan yang sifatnya tidak rutin, termasuk bagi warga yang terdampak bencana,"ujar Ischak. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga serta menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak.
Data kerusakan dan rencana relokasi
Berdasarkan laporan Kepala Desa Kajen, Mohamad Khalimi, pergerakan tanah yang terjadi pada 28 Januari 2026 dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan disertai banjir besar Sungai Gung. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di desa tersebut.
- 21 rumah mengalami kerusakan berat dan direncanakan direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
- 65 rumah lainnya mengalami keretakan akibat pergerakan tanah.
- Relokasi direncanakan di atas lahan hibah seluas sekitar 2.000 meter persegi, namun saat ini masih dalam proses administrasi dan sertifikasi.
Kerawanan berulang dan kebutuhan penanganan jangka panjang
Kepala Desa Khalimi menilai Desa Kajen, khususnya wilayah RW 9, telah berulang kali mengalami peristiwa banjir, longsor, dan tanah bergerak. Menurutnya, kejadian berulang ini menunjukkan kawasan memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi dan membutuhkan penanganan yang bersifat jangka panjang, tidak semata bantuan darurat.
Penyaluran beras CBP ini merupakan langkah jangka pendek untuk mengamankan kebutuhan pangan keluarga terdampak. Sementara itu, proses relokasi bagi rumah yang rusak berat masih berlangsung, mencakup penyempurnaan administrasi dan sertifikasi lahan. Keberlanjutan penanganan, mulai dari relokasi yang aman hingga mitigasi risiko bencana di wilayah rawan, menjadi sorotan bagi pemerintah desa dan kabupaten.
Warga dan pemangku kepentingan di Desa Kajen diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tegal untuk memastikan proses relokasi dan perbaikan berjalan sesuai ketentuan, sehingga kebutuhan dasar terpenuhi sementara upaya mitigasi dan pemulihan jangka panjang dapat terlaksana.