Pengerjaan Rampung, Akses Masyarakat Membaik
Pejalan hidup di nagari dan pengendara kendaraan di Payakumbuh kini mendapat kabar lega. Ruas Jalan Payakumbuh–Sitangkai di Jorong Bulakan, Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota telah selesai dikerjakan dan dapat digunakan masyarakat, kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat meninjau lokasi, Sabtu, 22 Agustus 2026. Pengerjaan sepanjang 9,5 kilometer itu dibiayai sekitar Rp68 miliar melalui program Instruksi Presiden (IJD) Jalan Daerah yang bersumber dari APBN.
Makna bagi mobilitas dan ekonomi lokal
Perbaikan ruas yang lama rusak ini berarti pengurangan waktu tempuh dan biaya angkut bagi pengendara serta pelaku usaha. Jalan yang mulus diharapkan membuka akses pasar bagi petani, pedagang, dan pelaku usaha kecil di kawasan perbatasan Payakumbuh–Limapuluh Kota. Selain itu, infrastruktur yang baik juga memberi kepastian bagi layanan publik seperti ambulans dan angkutan pendidikan.
"Alhamdulillah sudah selesai, sudah mulus. Masyarakat sudah bisa menikmati jalan ini,"
Kata-kata itu disampaikan Andre Rosiade menandai selesainya pekerjaan yang lama dinantikan warga. Selain Ande Rosiade, peninjauan juga diikuti Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi.
Rencana kelanjutan: Sitangkai menuju Batusangkar
Pemerintah tidak berhenti pada titik ini. Menurut Andre, ada rencana lanjutan pengerjaan ruas dari Sitangkai menuju Guguk Cino dan dari Guguk Cino menuju Bukit Gombak di Batusangkar. Untuk segmen lanjutan itu direncanakan sekitar 3,3 kilometer dengan total anggaran sekitar Rp36,5 miliar. Jika tidak ada hambatan, Andre berharap pekerjaan konstruksi dapat dimulai pada November atau akhir tahun 2026.
- Ruas selesai: Payakumbuh–Sitangkai — 9,5 km — Rp68 miliar (IJD/APBN)
- Rencana lanjutan: Sitangkai–Guguk Cino dan Guguk Cino–Bukit Gombak — 3,3 km — Rp36,5 miliar
- Target kelanjutan: mulai konstruksi November atau akhir 2026; konektivitas hingga Batusangkar dilanjutkan ke Ombilin pada 2027
| Segmen | Panjang | Anggaran | Sumber |
|---|---|---|---|
| Payakumbuh–Sitangkai | 9,5 km | Rp68 miliar | IJD (APBN) |
| Sitangkai–Guguk Cino / Guguk Cino–Bukit Gombak | 3,3 km | Rp36,5 miliar | Rencana (IJD) |
Upaya pemerintah pusat dan target 2027
Andre menekankan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat. Penyaluran anggaran melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Balai Jalan Nasional menjadi kanal utama pelaksanaan program. Setelah konektivitas hingga Batusangkar terealisasi, pembangunan diproyeksikan dilanjutkan pada 2027 untuk jalur dari Batusangkar ke Ombilin, sesuai harapan masyarakat setempat.
Bagi masyarakat Payakumbuh dan sekitarnya, perkembangan ini memberi harapan yang diwarnai kesabaran khas ranah Minang: menanti jalan yang baik ibarat menata randang, perlu waktu, telaten, dan ketekunan. Namun, janji-janji lanjutan akan dinantikan bukti di lapangan, termasuk kepastian jadwal, kualitas konstruksi, dan pengelolaan anggaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
Peninjauan yang dihadiri wakil DPR dan pimpinan BPJN menjadi titik awal pengawasan publik terhadap pelaksanaan proyek selanjutnya. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan Balai Jalan agar dapat mengawal proses pembangunan demi kesejahteraan bersama.