Peninjauan di Pasar Amor
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, melakukan kunjungan ke kawasan Pasar Amor, Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kunjungan itu dilakukan bersama Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, untuk meninjau trase yang dinilai potensial menjadi solusi bagi rencana pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi dan persoalan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Padang Luar.
Trase lama yang kembali diangkat
Berdasarkan peninjauan tersebut, Andre mengungkapkan dorongan untuk mengoptimalkan trase bypass yang telah direncanakan sejak era 1990-an. Trase yang dikaji memiliki panjang sekitar 6,7 kilometer dan diarahkan menuju Simpang Taluak, lalu terhubung dengan Jalan Bypass Bukittinggi. Menurut Andre, pemanfaatan trase lama ini dapat menjadi alternatif agar pembangunan tol tidak menimbulkan persoalan baru di kawasan Padang Luar, khususnya yang berkaitan dengan pembebasan lahan untuk pembangunan flyover.
"Sekarang kami sudah punya solusi bagaimana kemacetan ini bisa diurai. Trase bypass ini sudah ada sejak tahun 1990-an, tetapi lahannya tidak pernah dibebaskan dan belum dibangun karena keterbatasan anggaran,"
Andre menjelaskan bahwa trase lama dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan exit tol di kawasan Pasar Amor. Dengan demikian, arus lalu lintas dari Padang Panjang menuju Agam dapat diarahkan ke exit tersebut dan tidak lagi menimbulkan kepadatan di jalan nasional menuju Padang Luar.
Skema pembebasan lahan dan peran pusat
Dalam keterangan yang disampaikan, Andre memaparkan skema di mana pemerintah pusat berperan dalam membebaskan lahan sekaligus membangun ruas bypass berdasarkan trase yang telah direncanakan. Skema ini dipandang bisa menggunakan dukungan anggaran pembangunan jalan tol sehingga trase yang lama dapat direalisasikan tanpa menimbulkan persoalan pembebasan lahan yang rumit bagi pemerintah daerah.
"Insya Allah dari Padang Panjang menuju Agam ini nanti exit tolnya kita siapkan di daerah Pasar Amor. Supaya tidak macet dan tidak masuk ke jalan nasional ke arah Padang Luar, bypass yang sudah direncanakan sekitar 6 kilometer ini dibangun pemerintah pusat,"
Pernyataan tersebut menegaskan niat untuk menempatkan Pasar Amor sebagai titik exit yang strategis demi menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi tekanan kendaraan yang selama ini memasuki Kota Bukittinggi melalui koridor Padang Luar.
Implikasi bagi Bukittinggi dan sekitarnya
Usulan optimalisasi trase bypass ini memiliki beberapa implikasi nyata bagi warga Bukittinggi dan kawasan penyangga, antara lain:
- Pengurangan kemacetan di koridor Padang Luar, yang selama ini menjadi jalur utama menuju Bukittinggi;
- Pergeseran kebutuhan pembebasan lahan dari lokasi yang sebelumnya direncanakan untuk flyover ke trase bypass yang sudah ada, sehingga potensi konflik sosial dan biaya dapat berubah;
- Perlu koordinasi lebih lanjut antara pemerintah pusat, BPJN Sumbar, pemerintah kabupaten/kota, dan masyarakat setempat terkait teknis pembebasan lahan, rancangan trase, serta dampak lingkungan dan sosial.
Perlu dicatat bahwa rencana tersebut sampai saat ini merupakan hasil kajian awal dan gagasan untuk memanfaatkan trase yang telah lama tercatat dalam perencanaan. Belum ada pengumuman resmi mengenai waktu pelaksanaan, sumber pembiayaan rinci, maupun tahapan pembebasan lahan selain rencana peran pemerintah pusat sebagaimana disampaikan Andre dalam peninjauan.
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Lokasi peninjauan | Pasar Amor, Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam |
| Pihak terkait | Andre Rosiade (Wakil Ketua Komisi VI DPR RI), BPJN Sumbar (Elsa Putra Friandi) |
| Panjang trase | Sekitar 6,7 kilometer |
| Tujuan | Mendukung exit Tol Sicincin-Bukittinggi dan mengurai kemacetan Padang Luar |
Bagaimanapun, jalannya rencana itu akan sangat bergantung pada tahapan teknis dan anggaran yang akan ditetapkan oleh pemerintah pusat dan instansi terkait. Warga Bukittinggi, bak daun nagari yang menunggu musim panen, tentu berharap agar setiap kebijakan infrastruktur memberi manfaat nyata bagi kelancaran mobilitas dan kesejahteraan setempat tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat terdampak.
Berita ini dilaporkan dari hasil peninjauan lapangan dan pernyataan yang disampaikan pada kegiatan tersebut. Perkembangan lebih lanjut terkait keputusan pembebasan lahan, desain final trase, dan jadwal pelaksanaan akan dipantau untuk diinformasikan kepada pembaca.