PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat ekosistem bagi 29.171 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya menopang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, pada Rabu. Data yang disampaikan menunjukkan jumlah pelaku UMKM di kota tersebut pada Juli 2026 mencapai 29.171 unit, naik 2.296 unit dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 26.875 unit.
"Kita terus membantu dan mendampingi pelaku UMKM dalam meningkatkan produksi, kualitas produk yang berdaya saing di pasar global,"
Saparudin menegaskan pelaku UMKM memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja. Menurut perhitungan pemerintah kota, satu UMKM diperkirakan dapat menyerap minimal tiga orang tenaga kerja sehingga total tenaga kerja yang terserap dari sektor ini mencapai sekitar 80.000 orang.
Program yang Dijalankan
Pemkot merencanakan sejumlah program untuk memperkuat ekosistem UMKM, antara lain:
- Pembangunan rumah produksi bersama untuk memperluas kapasitas produksi.
- Pelatihan manajemen usaha untuk peningkatan kemampuan administrasi dan produktivitas.
- Pelatihan pemasaran serta dukungan akses pasar agar produk berdaya saing di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
- Bantuan teknis dan fasilitasi pengelompokkan UMKM guna mempermudah pembinaan dan akses pembiayaan.
Langkah pengelompokkan UMKM itu dimaksudkan untuk membentuk klaster usaha sehingga pembinaan bisa lebih terfokus dan layanan seperti pelatihan maupun akses peralatan produksi dapat menjangkau kelompok dengan karakter dan kebutuhan serupa.
Implikasi terhadap Perekonomian Lokal
Saparudin menyatakan Pangkalpinang bukan hanya pusat pemerintahan provinsi, melainkan juga pusat perdagangan dan jasa yang berperan sebagai pasar bagi produk olahan makanan, kerajinan, pertanian, perkebunan, dan perikanan dari kabupaten-kabupaten di sekitarnya. Posisi ini memberi peluang bagi UMKM lokal untuk memperluas pangsa pasar.
Data Bank Indonesia yang dikutip dalam pernyataan wali kota menunjukkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 4,53 persen secara tahunan (year on year). Menurut wali kota, angka tersebut mencerminkan ketangguhan perekonomian di tengah ketidakpastian global.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Jumlah UMKM (Juli 2026) | 29.171 unit |
| Jumlah UMKM (2025) | 26.875 unit |
| Kenaikan | 2.296 unit |
| Perkiraan serapan tenaga kerja | ~80.000 orang |
| Pertumbuhan ekonomi (Triwulan I 2026) | 4,53% (yoy) |
Penguatan UMKM dipandang penting tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga sebagai instrumen pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan di tingkat lokal.
Tantangan dan Kebutuhan Ke Depan
Meskipun jumlah UMKM meningkat, sejumlah tantangan masih perlu dijawab agar manfaat ekonomi lebih optimal. Tantangan tersebut antara lain akses pembiayaan, kualitas produk, kapasitas produksi, serta akses pasar yang berkelanjutan. Program seperti rumah produksi bersama dan pelatihan diharapkan dapat mengatasi beberapa hambatan tersebut.
Pemkot juga perlu memastikan koordinasi lintas sektor—antara dinas terkait, perbankan, dan pelaku usaha—agar program pembinaan menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar dan dapat bersaing di tingkat lebih luas.
Di sisi lain, pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan fasilitasi yang ada, meningkatkan pencatatan usaha, mengadopsi praktik manajemen sederhana, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pelanggan.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah, dukungan lembaga keuangan, dan inisiatif pelaku usaha, Pemkot Pangkalpinang berharap ekosistem UMKM yang lebih kuat akan berkontribusi nyata pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.