Sinergi formal untuk target Adiwiyata
MTsN 3 Sleman mempertegas komitmen menjadi Madrasah Adiwiyata melalui pertemuan koordinasi bertajuk "Sinergi Bersama Dinas Lingkungan Hidup Menuju Madrasah Adiwiyata" yang digelar pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB di Ruang Multipurpose MTsN 3 Sleman dan dihadiri oleh jajaran guru, pegawai madrasah, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Tanggal | 24 Juli 2026 |
| Waktu | 09.00 WIB |
| Tempat | Ruang Multipurpose MTsN 3 Sleman |
| Peserta | Guru, pegawai MTsN 3 Sleman dan perwakilan DLH Kabupaten Sleman |
Tujuan: dari dokumen ke pembiasaan
Kepala MTsN 3 Sleman, Suwardi, S.S., M.Pd., menekankan bahwa upaya menjadi madrasah Adiwiyata tidak cukup sekadar memenuhi persyaratan administratif. Menurutnya, kebutuhan mendasar adalah pembentukan karakter civitas akademika sehingga nilai-nilai ramah lingkungan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dan proses pembelajaran.
"Program Adiwiyata bukan sekadar pemenuhan dokumen administrative, melainkan pembentukan karakter seluruh civitas akademika. Melalui sinergi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup ini, kami berharap MTsN 3 Sleman mendapatkan pendampingan yang komprehensif agar gerakan ramah lingkungan dapat terintegrasi dengan baik dalam pembelajaran maupun pembiasaan sehari-hari," ujar Suwardi.
Masukan teknis dan fokus program
Ketua Program Adiwiyata MTsN 3 Sleman, Nawang Hernawan Suatmaji, S.Pd., menyambut positif keterlibatan DLH. Dalam pertemuan tersebut, pihak madrasah menerima masukan teknis yang difokuskan pada beberapa bidang strategis:
- Pengelolaan sampah: pemilahan, pengurangan limbah, serta edukasi bagi siswa;
- Penghijauan: penanaman pohon dan pemeliharaan ruang terbuka hijau di lingkungan madrasah;
- Efisiensi sumber daya: penggunaan air dan listrik yang hemat serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Hadirnya pihak DLH dipandang penting untuk memetakan kekuatan dan kelemahan madrasah dalam memenuhi kriteria Adiwiyata. Rekomendasi teknis dari dinas diharapkan menjadi acuan bagi tim internal madrasah untuk merancang langkah-langkah perbaikan yang terukur dan terjadwal.
Implikasi bagi proses pembelajaran dan komunitas setempat
Upaya ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik sekolah, tetapi juga pada proses pendidikan karakter yang menjadi tanggung jawab bersama. Integrasi program lingkungan ke dalam pembelajaran berarti kegiatan ramah lingkungan akan menjadi bagian dari materi pembelajaran, praktik laboratorium, hingga budaya sekolah sehari-hari.
Adapun pelibatan guru dan pegawai secara aktif menjadi kunci agar praktik-praktik tersebut konsisten diterapkan. Madrasah juga menyiapkan mekanisme pendampingan dan monitoring yang berkelanjutan agar perubahan perilaku tidak bersifat sementara.
Langkah ke depan
MTsN 3 Sleman menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti masukan teknis dengan rencana kerja yang lebih rinci. Dukungan penuh dari seluruh guru dan pegawai menjadi modal utama untuk merealisasikan target Madrasah Adiwiyata. Forum sinergi ini menjadi titik awal untuk membangun ekosistem belajar yang asri, sehat, dan berwawasan lingkungan secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Selain aspek internal madrasah, langkah ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas bersama pihak-pihak terkait di Sleman untuk menguatkan pendidikan lingkungan hidup pada tingkat kabupaten, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di tingkat keluarga dan masyarakat sekitar.