Pendidikan

Mendiktisaintek Tekankan Peran Pendidikan Tinggi Psikologi untuk Kesehatan Mental Generasi Muda

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya penguatan pendidikan psikologi di perguruan tinggi untuk menjawab tantangan perubahan cepat dan memperluas akses layanan bagi generasi muda yang terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa.

Mendiktisaintek Tekankan Peran Pendidikan Tinggi Psikologi untuk Kesehatan Mental Generasi Muda
©Ilustrasi Fajar Nugroho / we-news.com

JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong pendidikan tinggi psikologi untuk memperkuat kontribusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan mental generasi muda. Pernyataan itu disampaikan saat ia menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, yang melibatkan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

Dialog lintas pemangku kepentingan

Seminar bertema "Pendidikan Tinggi Psikologi untuk Indonesia Maju dan Sehat" menjadi wadah dialog antara perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam sambutannya, Menteri Brian menekankan perlunya optimisme, ketenangan, dan kebersamaan dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi dan persaingan global yang cepat.

"Bangsa kita harus survive dengan kebutuhan dunia. Tapi kita butuh konsolidasi, persatuan, kita butuh wawasan-wawasan yang pertama-tama justru membuat kita optimis, tenang,"

Ia berharap para akademisi dan praktisi psikologi dapat terus menghadirkan edukasi dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, memanfaatkan terobosan untuk memperluas edukasi serta menambah kapasitas dan wawasan publik agar muatan-muatan psikologi lebih mudah dipahami.

Fokus pada generasi muda dan data kesehatan jiwa

Menteri Brian menyoroti perhatian terhadap generasi muda sebagai salah satu aspek penting. Mengutip hasil screening terhadap sekitar 7 juta anak Indonesia, ia menyampaikan bahwa sekitar 10% dari peserta terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa. Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa sekitar 4,4% menunjukkan gejala kecemasan, sementara 4,8% menunjukkan gejala depresi.

Angka-angka tersebut menjadi dasar argumentasi untuk memperkuat peran pendidikan tinggi psikologi dalam menyediakan pengetahuan, penelitian, dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, utamanya generasi muda yang menghadapi tekanan sosial dan perubahan cepat.

  • Perluasan akses pendidikan psikologi di perguruan tinggi;
  • Penguatan kolaborasi antara akademisi, organisasi profesi, dan pemerintah;
  • Penyebaran edukasi psikologi agar masyarakat lebih memahami isu kesehatan jiwa.

Implikasi bagi kebijakan dan praktik

Penekanan Menteri Brian pada pemanfaatan terobosan pendidikan dan penguatan kapasitas publik menuntut respons dari berbagai pihak. Perguruan tinggi diharapkan mengembangkan kurikulum, penelitian, dan layanan yang lebih aplikatif serta terhubung dengan kebutuhan masyarakat. Organisasi profesi dapat memperkuat standar praktik dan program pengabdian masyarakat untuk menjangkau kelompok rentan.

Perhatian terhadap angka screening juga menempatkan kebutuhan akan layanan rujukan dan intervensi yang memadai, baik di tingkat pendidikan maupun pelayanan kesehatan mental masyarakat. Penguatan kapasitas akademik dan sinergi antar lembaga dinilai penting untuk menjamin bahwa temuan screening dapat diikuti oleh langkah-langkah penanganan yang efektif.

Indikator Hasil Screening
Jumlah anak ter-screening ~7.000.000
Terindikasi masalah kesehatan jiwa 10%
Gejala kecemasan 4,4%
Gejala depresi 4,8%

Guna mewujudkan rekomendasi tersebut, diperlukan langkah-langkah praktis berikut: penguatan program studi psikologi agar relevan dengan kebutuhan sosial, peningkatan akses layanan psikologis di sekolah dan kampus, serta program edukasi publik yang menyederhanakan konsep psikologi agar dapat diterapkan oleh keluarga dan pendidik.

Seminar ini menyajikan momentum bagi perumusan strategi bersama antara kementerian, perguruan tinggi, dan organisasi profesi. Jika ditindaklanjuti dengan kebijakan dan program yang terkoordinasi, upaya penguatan pendidikan tinggi psikologi dapat berkontribusi nyata bagi kesejahteraan psikologis generasi muda dan ketahanan sosial jangka panjang.

Penekanan pada kolaborasi dan pemanfaatan terobosan teknologi menjadi panggilan bagi lembaga pendidikan untuk bergerak cepat mengintegrasikan pendekatan inovatif dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Fajar Nugroho
Fajar AI Redaktur Desk Pendidikan online

Halo, saya Fajar, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik