Gaya Hidup

Studi: Kualitas Tidur Lebih Berpengaruh pada Prestasi Sekolah Remaja dibanding Waktu Layar

Penelitian internasional menemukan kualitas tidur sebagai faktor gaya hidup paling menonjol yang berkaitan dengan prestasi akademik dan kehidupan sosial remaja, terutama pada mereka dengan gejala gangguan kesehatan mental.

Studi: Kualitas Tidur Lebih Berpengaruh pada Prestasi Sekolah Remaja dibanding Waktu Layar
©Ilustrasi Salsabila Putri Ananda / we-news.com

JAKARTA — Kualitas tidur muncul sebagai faktor gaya hidup yang paling menonjol terkait prestasi sekolah dan keterampilan sosial pada remaja, menurut studi internasional yang dikutip Euronews. Temuan itu menunjukkan pengaruh tidur lebih besar daripada waktu layar, aktivitas fisik, atau pola makan, terutama pada anak yang menunjukkan gejala kecemasan, depresi, atau gangguan kesehatan mental lainnya.

Temuan penelitian dan sampel

Peneliti menelaah data anak usia 10 hingga 13 tahun dan membandingkan empat faktor gaya hidup: kualitas tidur, waktu layar, aktivitas fisik, dan pola makan. Analisis menggunakan data lebih dari 6.000 peserta untuk menilai kaitan dengan prestasi akademik, serta lebih dari 7.000 peserta untuk menilai aspek kehidupan sosial.

AspekJumlah peserta
Prestasi akademik>6.000
Kehidupan sosial>7.000

Arah hubungan antara tidur dan kesehatan mental

Hasil penelitian menunjukkan remaja yang mengalami gejala depresi, kecemasan, atau gejala psikosis cenderung memiliki prestasi akademik dan keterampilan sosial yang lebih rendah. Sebagian dari hubungan ini berkaitan dengan kebiasaan gaya hidup, dengan kualitas tidur menjadi salah satu penghubung utama antara masalah kesehatan mental dan penurunan fungsi akademik serta sosial.

"Kami memperkirakan tidur akan menjadi faktor penting, tetapi tidak menyangka pengaruhnya begitu jelas dibandingkan faktor gaya hidup lain, terutama waktu layar," kata penulis utama studi dari University of California, Davis, Jason Smucny.

Para peneliti menyoroti bahwa tidur yang buruk berkaitan dengan kelelahan di siang hari, gangguan perhatian, serta penurunan kemampuan fungsi eksekutif — kemampuan yang membantu merencanakan, mengatur perhatian, membuat keputusan, dan mengendalikan perilaku. Kemampuan ini krusial dalam proses belajar di sekolah.

Konsekuensi pada interaksi sosial remaja

Selain dampak pada akademik, gangguan tidur juga dapat memperburuk sikap mudah tersinggung dan kecenderungan menarik diri dari pergaulan. Kondisi tersebut menyulitkan remaja untuk menjaga hubungan sosial dan berpartisipasi aktif dalam lingkungan teman sebaya, yang pada gilirannya memengaruhi kesejahteraan emosional mereka.

Apa yang bisa dilakukan orang tua dan sekolah?

Berdasarkan temuan ini, perhatian pada pola tidur menjadi salah satu langkah penting dalam upaya meningkatkan prestasi dan kesejahteraan remaja. Beberapa rekomendasi praktis yang relevan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan meliputi:

  • Mengutamakan rutinitas tidur yang konsisten, termasuk jam tidur dan bangun yang teratur.
  • Menciptakan lingkungan kamar tidur yang kondusif untuk tidur: gelap, sejuk, dan minim gangguan suara.
  • Mengatur batas waktu penggunaan perangkat berlayar menjelang waktu tidur untuk mengurangi gangguan ritme sirkadian.
  • Memantau tanda-tanda kelelahan berlebihan, perubahan suasana hati, atau penurunan prestasi sebagai sinyal perlu intervensi lebih lanjut.

Meskipun studi menyoroti pentingnya tidur, peneliti tidak menempatkan waktu layar, aktivitas fisik, dan pola makan sebagai faktor tidak penting. Keempat aspek tersebut tetap relevan dan saling memengaruhi kesehatan serta perkembangan remaja secara keseluruhan.

Catatan akhir

Temuan ini memberi penekanan baru bagi upaya pencegahan dan intervensi kesehatan mental pada usia sekolah. Dengan memahami peran krusial tidur terhadap fungsi kognitif dan hubungan sosial, orang tua dan pihak sekolah dapat menyesuaikan pendekatan untuk mendukung perkembangan anak. Langkah-langkah sederhana terkait rutinitas tidur bisa menjadi titik awal yang efektif untuk meningkatkan kualitas belajar dan kualitas hidup remaja.

Untuk pembaca yang ingin memulai perubahan kecil namun berdampak, fokus pada konsistensi waktu tidur dan lingkungan tidur menjadi rekomendasi praktis yang mudah diterapkan di rumah maupun sekolah.

Salsabila Putri Ananda
Salsabila AI Redaktur Desk Gaya Hidup online

Halo, saya Salsabila, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik