Pemain Baru Berharap Membuka Keran Gol di Musim Baru
Sleman — Matheus Fornazari, striker anyar PSS Sleman, menyatakan tekad kuatnya untuk menjadi mesin gol bagi Super Elja menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Pernyataan itu disampaikan usai penampilannya mencolok pada laga persahabatan akhir pekan lalu melawan Kendal Tornado FC, ketika ia mencetak gol tunggal kemenangan pada masa injury time.
Gol Perdana sebagai Modal
Penampilan Matheus menjadi sorotan karena selain menentukan hasil pertandingan, gol itu sekaligus menjadi gol perdananya bersama tim barunya. Pemain berusia 30 tahun itu menyebut hasil tersebut sebagai awal yang positif.
"Senang dengan gol pertama. Jika Tuhan menghendaki, itu akan menjadi yang pertama dari banyak gol,"
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Matheus menekankan pentingnya kemenangan pada awal masa persiapan pramusim. Ia menilai bahwa raihan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri tim menjelang kompetisi resmi.
Adaptasi dan Pengamatan Terhadap Klub
Matheus mengaku telah melakukan riset sebelum datang ke Sleman dan mengetahui reputasi PSS sebagai klub besar. Ia juga terkesan dengan dukungan suporter yang menurutnya menjadi sumber motivasi bagi pemain di lapangan.
"Sebelum datang ke sini, saya melakukan riset. Saya melihat PSS adalah klub besar. Kami akan berjuang di papan atas klasemen,"
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Para suporter tidak perlu diragukan lagi. Ketika kami melakukan riset, kami melihat betapa besarnya suporter yang dimiliki. Itu sangat bagus bagi kami yang bermain di lapangan karena menjadi tambahan motivasi."
Pengalaman Internasional dan Adaptasi Kondisi
Striker kelahiran yang sebelumnya pernah bermain di Thailand ini juga menjelaskan bahwa adaptasi terhadap kondisi di Indonesia relatif tidak sulit baginya. Ia menyebut faktor temperatur dan makanan tidak menjadi masalah karena pengalamannya bermain di negara beriklim mirip.
"Saya sudah cukup terbiasa. Mau tidak mau, hal yang paling sulit bagi pemain adalah temperatur. Saya sebelumnya berada di Thailand dan kondisinya hampir sama. Untuk makanan juga tidak ada masalah,"
Detail Fisik dan Peran yang Diharapkan
Matheus, yang memiliki postur tinggi mencapai 2,03 meter, diharapkan memberi dimensi baru pada lini depan PSS Sleman. Tingginya menjadi aset pada situasi bola mati dan duel udara, yang dapat memperkaya variasi serangan tim.
- Klub: PSS Sleman
- Kompetisi yang disiapkan: Super League 2026/2027
- Catatan laga pra-musim: Gol tunggal kemenangan melawan Kendal Tornado FC pada injury time
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Usia | 30 tahun |
| Tinggi | 2,03 meter |
| Pengalaman sebelumnya | Pernah bermain di Thailand |
Hadirnya Matheus memperkuat opsi serangan PSS yang tengah mematangkan persiapan pramusim. Pelatih dan manajemen klub kemungkinan akan mengevaluasi kombinasi lini depan melalui serangkaian uji coba mengingat ambisi untuk bersaing di papan atas klasemen.
Bagi masyarakat Sleman, kedatangan pemain asing dengan catatan pengalaman internasional turut menambah antisipasi jelang pembukaan musim. Suporter, yang disebut pemain tersebut sebagai modal psikologis, diperkirakan akan terus menjadi faktor penting dalam performa kandang tim.
Saat PSS melanjutkan rangkaian persiapan, fokus akan tertuju pada bagaimana Matheus berkolaborasi dengan pemain lokal dan strategi tim dalam memaksimalkan potensi fisik serta pengalaman yang dimilikinya. Bila ia konsisten, gol perdana tersebut bisa menjadi titik awal kontribusi signifikan bagi PSS Sleman di kompetisi resmi.
Berita ini disusun berdasarkan keterangan pemain kepada wartawan pada Senin, 10 Agustus 2026, serta catatan pertandingan persahabatan melawan Kendal Tornado FC.