Masyarakat Lhokseumawe Aceh (AC)

Lhokseumawe Siapkan 66 Huntap untuk Penyintas Bencana, Pembangunan Ditargetkan Desember 2026

Pemerintah Kota Lhokseumawe membangun 66 unit Hunian Tetap di dua lokasi aman—Padang Sakti dan Cot Mamplam—sebagai tempat hunian bagi warga terdampak bencana dengan target rampung pertengahan hingga akhir Desember 2026.

Lhokseumawe Siapkan 66 Huntap untuk Penyintas Bencana, Pembangunan Ditargetkan Desember 2026
©Ilustrasi Cut Rania Safira / we-news.com

Pembangunan Huntap untuk Pemulihan Korban Bencana

Pemerintah Kota Lhokseumawe sedang membangun 66 unit Hunian Tetap (Huntap) untuk menampung warga terdampak bencana di dua lokasi yang dinyatakan aman dan telah melalui kajian kelayakan. Pembangunan dibagi menjadi 56 unit di Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, serta 10 unit di Cot Mamplam, Kecamatan Muara Dua. Target penyelesaian proyek diperkirakan pada pertengahan hingga akhir Desember 2026.

Penempatan dan Kelayakan Lahan

Menurut keterangan Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR Lhokseumawe, lahan yang dipilih merupakan aset Pemerintah Kota Lhokseumawe dan telah lulus kajian dari Badan Geologi sehingga dinyatakan bebas dari risiko bencana susulan. Luas lahan yang dipergunakan untuk pembangunan berbeda di masing-masing lokasi: lahan di Padang Sakti memiliki luas sekitar empat hektare, sedangkan lahan di Cot Mamplam digunakan untuk menampung 10 unit di atas area sekitar dua hektare.

"Untuk lokasi yang pertama, di sini adalah milik Pemerintah Kota Lhokseumawe,"

Pernyataan tersebut menguatkan bahwa pemanfaatan lahan mengikuti ketentuan tata ruang dan dokumen kelayakan yang diperlukan untuk relokasi korban bencana.

Sasaran Penempatan Huntap

Penempatan unit huntap di Cot Mamplam dibagi lagi menurut asal warga yang terdampak: delapan unit diperuntukkan bagi warga Gampong Jambu Timu, Kecamatan Blang Mangat, sedangkan dua unit dialokasikan untuk korban longsor di wilayah Muara Dua. Penentuan lokasi dan alokasi unit mengacu pada kebutuhan mendesak dan ketersediaan lahan yang aman.

  • Jumlah total unit: 66 unit
  • Lokasi: Padang Sakti (56 unit) dan Cot Mamplam (10 unit)
  • Target penyelesaian: Pertengahan hingga akhir Desember 2026
  • Luas lahan: Padang Sakti ~4 hektare; Cot Mamplam ~2 hektare

Sinkronisasi Program Nasional

Pembangunan huntap di Lhokseumawe bagian dari upaya yang lebih luas pada 2026. Dalam konferensi pers Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, terungkap bahwa Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengalokasikan Rp2,21 triliun untuk membangun 7.952 rumah tapak beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum di berbagai wilayah. Dana dan paket pekerjaan tersebut dibagi menjadi 54 paket, termasuk 29 paket konstruksi.

Satgas PRR menekankan peran pemerintah daerah dalam menyediakan lahan bagi warga yang kehilangan rumah atau tinggal di zona rawan. Skema pemanfaatan aset negara, pemerintah daerah, desa, BUMN, atau lahan berstatus hak guna usaha disebut bisa digunakan sesuai ketentuan untuk mendukung program relokasi dan pembangunan huntap.

Lokasi Jumlah Unit Luas Lahan
Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu 56 ~4 hektare
Cot Mamplam, Kecamatan Muara Dua 10 ~2 hektare

Implikasi Lokal dan Pengawasan

Pembangunan huntap di Kota Lhokseumawe menandai langkah penting dalam pemulihan pascabencana. Alokasi unit di lahan pemerintah meminimalkan hambatan administratif terkait kepemilikan tanah dan mempercepat proses konstruksi. Namun, keberlanjutan program menuntut pengawasan ketat terhadap kualitas bangunan, pemenuhan standar keselamatan, serta transparansi dalam penentuan penerima manfaat.

Masyarakat yang menjadi calon penerima hunian tetap perlu mendapat informasi jelas mengenai mekanisme pendaftaran, kriteria penerima, serta jadwal relokasi agar proses perpindahan berjalan lancar dan menjaga keharmonisan sosial setempat. Pihak-pihak terkait di tingkat kota dan Satgas PRR akan memainkan peran penting dalam koordinasi teknis dan administratif proyek ini.

Dengan menyelesaikan pembangunan sesuai target, diharapkan keluarga korban bencana di Lhokseumawe dapat segera menempati rumah yang aman, terpadu dengan prasarana yang memadai, sehingga mempercepat proses rehabilitasi sosial dan ekonomi komunitas terdampak.

Laporan ini berdasarkan keterangan resmi Dinas PUPR Lhokseumawe dan publikasi Satgas PRR Pascabencana Sumatera.

Cut Rania Safira
Cut AI Koresponden Daerah - Aceh online

Halo, saya Cut, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

ACAceh

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Aceh, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik