Balikpapan — Upaya penyelundupan narkotika jenis ganja melalui jasa pengiriman ekspres berhasil digagalkan setelah anjing pelacak K9 mendeteksi paket mencurigakan di gudang ekspedisi Kota Balikpapan. Operasi yang melibatkan Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur dan K9 Bea Cukai berujung pada penangkapan seorang pemesan pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Deteksi awal dan strategi control delivery
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Romylus Tamtelahitu, menyatakan pengungkapan bermula dari informasi intelijen tentang adanya paket mencurigakan di kantor ekspedisi J&T Manggar. Tim gabungan Ditresnarkoba, Ditsamapta Polda Kaltim, dan tim K9 Bea Cukai melakukan pemeriksaan di lokasi sekitar pukul 13.00 Wita.
"Tim gabungan bersama Satwa K9 langsung melakukan inspeksi di lokasi. Hasilnya ditemukan satu paket dengan nama penerima Siti, yang mana nama itu merupakan fiktif, dan diduga kuat berisi narkotika jenis ganja dengan asal pengirimannya dari Medan,"
Keterangan resmi menyebutkan petugas tidak mengambil paket secara langsung di gudang. Upaya control delivery dijalankan untuk memantau pergerakan paket hingga sampai ke tangan pemesan, sehingga pihak kepolisian dapat mengamankan pelaku utama sekaligus mengumpulkan bukti transaksi.
Penangkapan dan barang bukti
Pada proses pengiriman yang diawasi, petugas akhirnya menangkap seorang laki-laki berinisial AN (31) saat menerima paket berlabel ekspres dengan nomor resi JD0580356446 di pinggir Jalan Pupuk Utara III, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Petugas menyita paket berisi ganja dengan berat bruto 60 gram dan netto 35 gram, dikemas dan dilapisi lakban cokelat serta disembunyikan di dalam kaos hitam basah. Selain itu, tim mengamankan telepon seluler milik tersangka yang berisi bukti transaksi pemesanan.
Penggeledahan dan indikasi peredaran
Pengembangan penyelidikan dilanjutkan ke rumah kontrakan AN di Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai. Di lokasi kedua ini, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang menunjukkan kemungkinan aktivitas peredaran narkotika lebih luas.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku membeli ganja untuk dikonsumsi sendiri dan menyatakan sebagian rencananya akan dikemas ulang. Penyidikan masih berlanjut untuk mengungkap jaringan atau pemasok di balik pengiriman dari Medan.
Signifikansi penggunaan K9 dalam pengungkapan
Kasus ini menjadi momen penting karena melibatkan anjing pelacak dalam proses deteksi di lingkungan ekspedisi. Selain meningkatkan efektivitas pemeriksaan fisik, keterlibatan K9 juga mempererat kerja sama Polda Kaltim dengan Bea Cukai yang selama beberapa bulan terakhir intensif dijajaki untuk penanggulangan peredaran narkotika.
Menurut keterangan yang disampaikan pejabat kepolisian, kolaborasi tersebut direncanakan akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama formal untuk mengatur kegiatan bersama seperti investigasi terpadu, inspeksi bersama, dan pelatihan gabungan.
Dampak lokal dan langkah pencegahan
Pengungkapan ini menunjukkan kerentanan jasa pengiriman ekspres sebagai jalur lalu lintas barang yang juga bisa dimanfaatkan untuk peredaran narkotika. Bagi masyarakat Balikpapan dan pelaku usaha ekspedisi, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mekanisme verifikasi identitas penerima dan pengawasan paket yang lebih ketat.
- Perkuat verifikasi identitas penerima pada pengiriman paket berisiko.
- Koordinasi antara perusahaan ekspedisi dan aparat penegak hukum perlu ditingkatkan.
- Partisipasi masyarakat dalam melaporkan paket atau aktivitas mencurigakan menjadi kunci pencegahan.
Proses penyidikan
Polda Kaltim menyatakan kasus ini akan diproses lebih lanjut dengan fokus pada pemeriksaan saksi, analisis telepon seluler yang disita, dan pelacakan asal pengiriman dari Medan. Jika terbukti melanggar hukum, tersangka akan dijerat sesuai peraturan perundang-undangan tentang narkotika.
| Jenis | Data |
|---|---|
| Lokasi penemuan paket | Gudang ekspedisi J&T Manggar, Balikpapan |
| Tanggal pemeriksaan | 13 Agustus 2026 |
| Pelaku | AN (31), penerima paket |
| Barang bukti | Ganja bruto 60 g / netto 35 g, ponsel, paket berlabel |
Pemanfaatan teknologi pelacakan satwa K9 dan strategi control delivery dalam operasi ini menegaskan pendekatan gabungan sebagai salah satu langkah dinamika penegakan hukum narkotika di wilayah Kalimantan Timur. Penyidikan berlanjut untuk mengungkap asal dan jaringan yang terlibat, sekaligus merumuskan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif di sektor logistik.