JAKARTA — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta memperkuat kapasitas respons daruratnya dengan mengirimkan empat petugas mengikuti kegiatan Table Top Exercise (TTX) yang diselenggarakan oleh Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) DKI Jakarta. Kegiatan ini difokuskan pada skenario penanganan kejadian dengan korban dalam jumlah besar.
Konteks dan tujuan latihan
Kepala Markas PMI DKI Jakarta, Muhamad Muchtar, menyatakan latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan penanggulangan bencana dalam situasi krisis. Menurut dia, TTX memberi kesempatan menguji mekanisme koordinasi dan komunikasi saat menghadapi potensi korban massal, selaras dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1 Tahun 2026 tentang kejadian luar biasa, wabah, krisis kesehatan, dan penanggulangannya.
“Diharapkan melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk menguji kesiapan, koordinasi, komunikasi, serta mekanisme respons dalam menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan korban dalam jumlah besar,”
Pelibatan personel dan materi latihan
PMI DKI mengirimkan empat petugas yang terdiri dari personel kesehatan dan staf penanggulangan bencana berkemampuan pertolongan pertama. Mereka mengikuti rangkaian latihan yang mencakup simulasi penanganan pertama, triase, serta sinkronisasi peran antara lembaga kemanusiaan dan dinas kesehatan daerah.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Jumlah petugas PMI DKI | 4 orang |
| Durasi kegiatan | 2 hari |
| Penyelenggara | PK3D DKI Jakarta |
Manfaat bagi respons darurat Jakarta
Kepala Seksi Penanggulangan Bencana PMI DKI Jakarta, Iwan Susanto, yang ikut serta sebagai peserta, menyambut baik pelaksanaan pelatihan dan gladi TTX. Dia menilai latihan memberi gambaran nyata penanganan aksi massa sekaligus memperkuat koordinasi taktis dengan Dinas Kesehatan.
- Menguji kesiapan prosedur internal PMI dalam skenario korban massal.
- Menyamakan persepsi antarinstansi terkait peran masing-masing saat respons darurat.
- Meningkatkan responsivitas dalam memberikan bantuan yang cepat, tepat, dan efektif kepada masyarakat.
Menurut Iwan, kolaborasi lintas sektor memungkinkan pemberian bantuan yang lebih terkoordinasi di lapangan. Kesepahaman peran antara PMI, dinas kesehatan, dan unit penanggulangan bencana daerah menjadi aspek penting agar alur bantuan medis, evakuasi, dan rujukan berjalan lancar ketika kejadian benar-benar terjadi.
Implikasi bagi warga Jakarta
Bagi warga ibu kota, pelatihan seperti TTX meningkatkan kemungkinan respons cepat saat terjadi insiden massal, baik karena bencana alam, kecelakaan besar, maupun peristiwa publik lain yang menimbulkan korban banyak. Kesiapan petugas pertolongan pertama dan keterpaduan antarlembaga menjadi kunci mengurangi angka kesakitan dan kematian serta mengefektifkan layanan di fasilitas kesehatan rujukan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kesiapsiagaan DKI Jakarta menjelang musim-musim risiko bencana dan peristiwa yang menuntut mobilisasi luas. Dengan mengikuti pedoman kementerian, pelatihan tersebut mendukung standar respons yang diperlukan di tingkat provinsi.
PMI DKI menyatakan akan terus memperluas pelatihan dan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kesiagaan dan meningkatkan kualitas intervensi kemanusiaan di Jakarta.