Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang kembali menghadirkan layanan Eazy Paspor di Kota Salatiga sebagai bentuk pelayanan jemput bola bagi calon jamaah haji menjelang keberangkatan tahun 2027. Layanan yang digelar pada 12–14 September 2026 ditempatkan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Salatiga untuk memudahkan proses pengurusan dokumen perjalanan bagi masyarakat setempat.
Fokus pada kemudahan akses dan kelengkapan dokumen
Pelaksanaan Eazy Paspor bertujuan mendekatkan tahapan pelayanan keimigrasian ke lokasi pemohon sehingga warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke Kantor Imigrasi Semarang. Dalam pelaksanaannya, petugas Imigrasi Semarang memberikan pelayanan langsung dengan menekankan ketelitian pemeriksaan dokumen, kepastian prosedur, serta sikap pelayanan yang ramah dan profesional.
Selama tiga hari penyelenggaraan, tercatat 214 permohonan paspor yang dilayani. Rinciannya sebagai berikut:
- 145 permohonan paspor baru;
- 69 permohonan penggantian paspor.
| Jenis Permohonan | Jumlah |
|---|---|
| Paspor baru | 145 |
| Penggantian paspor | 69 |
| Total | 214 |
Koordinasi antarinstansi dan tujuan layanan
Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, layanan ini menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan layanan publik yang lebih mudah dijangkau, khususnya bagi pemohon secara kolektif. Dalam penjelasan yang diberikan, upaya tersebut juga dimaksudkan agar persiapan dokumen perjalanan calon jamaah haji dapat dilakukan lebih awal dan tertib.
"Melalui Eazy Paspor, kami berupaya mendekatkan layanan kepada masyarakat. Untuk calon jamaah haji, kemudahan akses pelayanan menjadi penting agar proses penyiapan dokumen perjalanan dapat dilakukan lebih awal, tertib, dan sesuai ketentuan,"
Pelaksanaan layanan di Salatiga ini juga memperkuat koordinasi antara Kantor Imigrasi Semarang dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Salatiga. Sinergi tersebut diharapkan dapat meminimalkan kendala administrasi serta memastikan kebutuhan dokumen jamaah terpenuhi sebelum jadwal pemberangkatan haji.
Implikasi bagi calon jamaah dan layanan publik
Jumlah permohonan yang dilayani selama tiga hari menjadi indikator kebutuhan tinggi akan layanan paspor yang mudah diakses bagi calon jamaah haji. Dengan memfasilitasi pendaftaran secara kolektif di kantor kementerian setempat, potensi gangguan akibat jarak dan waktu tempuh ke kantor imigrasi pusat dapat dikurangi.
Pelaksanaan layanan selanjutnya perlu mempertimbangkan frekuensi dan lokasi agar lebih banyak calon jamaah mendapat akses yang sama, terutama bagi mereka yang berasal dari kecamatan atau lingkungan yang jauh dari pusat kota. Selain itu, koordinasi berkelanjutan antarinstansi terkait akan penting untuk menanggulangi permasalahan administratif yang mungkin muncul, termasuk data kependudukan dan persyaratan lain yang berhubungan dengan keberangkatan haji.
Dengan terselenggaranya Eazy Paspor di Salatiga, diharapkan persiapan administrasi calon jamaah haji tahun 2027 berjalan lebih lancar dan memberikan kepastian bagi jamaah serta keluarga mereka.