Perbedaan capaian antar-puskesmas menjadi fokus evaluasi
ENDE — Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Ende menunjukkan variasi capaian yang cukup signifikan antar-26 Puskesmas yang menjadi sasaran. Data Dinas Kesehatan menyebutkan Puskesmas Riaraja mencatat capaian tertinggi sebesar 64,37 persen, diikuti Puskesmas Ahmad Yani dengan capaian 49,97 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Fransisca Nusanumba Ero, mengatakan perbedaan capaian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan CKG di seluruh wilayah. Dinas bersama kepala puskesmas menetapkan target capaian sebesar 46 persen hingga akhir Agustus 2026.
"Perbedaan capaian menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan CKG di seluruh Puskesmas,"
Menurut Fransisca, capaian Puskesmas Riaraja yang melampaui target menunjukkan bahwa pelaksanaan CKG dapat berjalan optimal apabila strategi pelayanan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. Sementara itu, puskesmas yang capaian layanannya masih rendah akan diberi perhatian khusus untuk mengetahui kendala dan kebutuhan intervensi.
Strategi penguatan: jemput bola dan pelibatan komunitas
Dinas Kesehatan merencanakan penguatan strategi layanan agar masyarakat yang belum mengakses CKG dapat memperoleh pemeriksaan dengan lebih mudah. Salah satu langkah yang disebutkan adalah memperkuat program jemput bola serta melibatkan berbagai unsur yang ada di lingkungan masyarakat.
- Perkuatan layanan jemput bola oleh puskesmas;
- Pelibatan pemerintah desa/kelurahan, kader, Posyandu, PKK;
- Kerja sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk edukasi kesehatan.
Fransisca menekankan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat untuk mengatasi kendala akses dan meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan. Dengan mendekatkan pelayanan, pemerintah daerah berharap warga tidak menunggu munculnya keluhan kesehatan sebelum memeriksakan diri.
Evaluasi berkala dan intervensi sesuai kebutuhan wilayah
Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap capaian CKG di masing-masing puskesmas. Identifikasi masalah yang menghambat pelaksanaan di puskesmas berlatar kondisi rendah akan menjadi dasar pemberian bantuan atau intervensi terukur.
| Puskesmas | Capaian CKG |
|---|---|
| Puskesmas Riaraja | 64,37% |
| Puskesmas Ahmad Yani | 49,97% |
| Target Kabupaten hingga akhir Agustus 2026 | 46% |
Selain meningkatkan angka partisipasi, pelaksanaan CKG juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menunggu keluhan sebelum memeriksakan kondisi kesehatan. Program meliputi pemeriksaan dasar yang dapat mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera dilakukan oleh fasilitas kesehatan rujukan jika diperlukan.
Pelibatan lintas sektor dan tokoh-tokoh lokal dianggap krusial untuk menjangkau masyarakat sampai ke tingkat lingkungan. Dinas Kesehatan mengajak pemerintah desa, kader kesehatan, dan organisasi masyarakat untuk aktif menyosialisasikan jadwal dan lokasi CKG sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan gratis ini.
Dengan upaya peningkatan akses, monitoring berkala, dan intervensi yang disesuaikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende menargetkan capaian CKG terus meningkat hingga akhir tahun 2026. Keberhasilan puskesmas unggulan seperti Riaraja dijadikan model praktik yang dapat diadaptasi oleh puskesmas lain sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Pelaksanaan CKG merupakan bagian dari usaha pemerintah daerah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Ende melalui layanan primer yang dekat dengan warga.