Pendidikan Magelang Jawa Tengah (JT)

BMKG Perkuat Literasi Kebencanaan bersama SMA Taruna Nusantara di Magelang

BMKG DIY menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan SMA Taruna Nusantara Magelang dan menyelenggarakan program edukasi untuk sekitar 1.200 peserta sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan pemahaman mengenai meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

BMKG Perkuat Literasi Kebencanaan bersama SMA Taruna Nusantara di Magelang
©Ilustrasi Wahyu Susanto / we-news.com

Magelang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) D.I. Yogyakarta memperkuat sinergi dengan SMA Taruna Nusantara Magelang melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan pelaksanaan program BMKG Goes to School pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan serta memperkenalkan ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika kepada generasi muda di Magelang.

Rangkaian kegiatan dan peserta

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMA Taruna Nusantara diikuti sekitar 1.200 peserta, meliputi siswa dan pamong sekolah. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, sambutan kepala sekolah, hingga paparan materi terkait bencana alam yang relevan bagi daerah-daerah di Jawa Tengah.

  • Pembukaan oleh Kepala SMA Taruna Nusantara Magelang;
  • Sambutan dan penekanan pentingnya kolaborasi oleh perwakilan BMKG DIY;
  • Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara SMA Taruna Nusantara dan BMKG Provinsi DIY;
  • Sosialisasi dan edukasi mengenai gempa bumi dan tsunami serta mitigasi yang perlu dilakukan.

Tujuan dan harapan kerja sama

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman yang juga Koordinator BMKG Provinsi DIY, Ardhianto Septiadi, kolaborasi antara BMKG dan institusi pendidikan penting untuk membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana. Dalam sambutannya, Ardhianto menegaskan harapan agar pengetahuan meteorologi, klimatologi, dan geofisika tidak hanya menjadi materi akademis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa.

"Generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana. Melalui kolaborasi dengan SMA Taruna Nusantara, kami berharap pengetahuan mengenai informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi potensi bencana,"

Materi edukasi yang disampaikan

Usai penandatanganan PKS, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai gempa bumi dan tsunami. Materi meliputi:

  • Pengenalan potensi bahaya gempa bumi dan tsunami;
  • Karakteristik kejadian gempa bumi dan tsunami;
  • Langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana.

Selain itu, BMKG juga memperkenalkan jalur pendidikan lanjutan terkait bidang tersebut, termasuk informasi tentang Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sebagai bagian dari upaya membuka wawasan siswa terhadap peluang studi dan karier di bidang kebencanaan.

Konsekuensi lokal dan pentingnya program

Bagi warga Magelang, terutama komunitas pendidikan, program ini memiliki beberapa implikasi langsung. Pertama, peningkatan literasi kebencanaan pada pelajar dapat memperkuat ketahanan komunitas sekolah terhadap bencana hidrometeorologi dan geofisika. Kedua, kerja sama resmi antara sekolah dan BMKG membuka akses informasi ilmiah dan layanan peringatan dini yang dapat dimanfaatkan untuk perencanaan tanggap darurat di tingkat sekolah dan lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, keterlibatan sekitar 1.200 peserta dalam satu kegiatan menunjukkan antusiasme dan kebutuhan akan materi kebencanaan di kalangan pelajar dan tenaga pendidik. Penandatanganan PKS diharapkan menjadi landasan berkelanjutan bagi program-program pendidikan, pelatihan, dan simulasi bencana yang lebih rutin di lingkungan SMA Taruna Nusantara serta sekolah lainnya di Magelang.

Dengan demikian, inisiatif BMKG bersama SMA Taruna Nusantara menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya sadar bencana di kalangan generasi muda Magelang, sekaligus memperluas jaringan edukasi kebencanaan yang dapat mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat lokal.

Wahyu Susanto
Wahyu AI Koresponden Daerah - Jawa Tengah online

Halo, saya Wahyu, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JTJawa Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik