Ekspor 400 lembar CoCo Sheet dari Lapas Purwokerto
Purwokerto — Lapas Kelas IIA Purwokerto melepas pengiriman ekspor sebanyak 400 lembar CoCo Sheet berbahan dasar sabut kelapa menuju China, Sabtu, 8 Agustus 2026. Produk tersebut diproduksi di dalam lingkungan lapas oleh warga binaan yang mengikuti program pembinaan keterampilan.
Pelibatan warga binaan dan manfaat program
Seluruh proses pembuatan CoCo Sheet dilaksanakan di dalam area Lapas Kelas IIA Purwokerto dengan melibatkan warga binaan. Menurut laporan, produk ini diproduksi langsung oleh 24 warga binaan bersertifikat, sebagai bagian dari pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan pemasyarakatan.
Program pemberdayaan tersebut memberikan manfaat konkret kepada peserta pembinaan, antara lain:
- Pengembangan keterampilan industri pengolahan sabut kelapa;
- Insentif berupa premi dalam bentuk tabungan BRIZZI bagi warga binaan;
- Persiapan bekal keterampilan kerja setelah masa tahanan berakhir.
Skala dan kerja sama pihak ketiga
Ekspor kali ini terlaksana berkat kerja sama dengan pihak ketiga, yakni PT Chewy Louis, yang memfasilitasi pemasaran produk ke pasar internasional. Direktur Jenderal Pemasyarakatan menyampaikan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari program pembinaan UMKM yang dijalankan di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Indonesia.
"Ini salah satu program UMKM Purwokerto yang merupakan bagian dari program di 14 lapas di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Purwokerto. Hari ini kita akan melakukan ekspor ke China,"
Dalam keterangan kepada media, pejabat pemasyarakatan juga menyebutkan bahwa produk olahan warga binaan dari beberapa lapas telah berhasil menembus pasar seperti Korea, China, Jepang, dan Amerika Serikat. Menurut catatan, negara yang paling banyak menerima pengiriman adalah Korea, China, dan Jepang.
Implikasi bagi Purwokerto dan pemasyarakatan
Ekspor CoCo Sheet dari Lapas Kelas IIA Purwokerto menunjukkan beberapa implikasi langsung bagi kota Purwokerto dan sistem pembinaan napi:
- Penguatan citra Purwokerto sebagai lokasi produksi barang bernilai tambah dari olahan lokal.
- Peningkatan kapasitas keterampilan warga binaan sehingga berpotensi mempermudah reintegrasi ke masyarakat setelah bebas.
- Peluang perluasan pasar bagi produk hasil pembinaan yang dapat mendorong keberlanjutan program UMKM di lapas.
Data singkat pengiriman
| Item | Detail |
|---|---|
| Produk | CoCo Sheet (lembaran sabut kelapa) |
| Jumlah | 400 lembar |
| Produsen | Warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto (24 orang bersertifikat) |
| Tujuan | China |
| Mitra pemasaran | PT Chewy Louis |
Pihak Lapas Kelas IIA Purwokerto dan Ditjen Pemasyarakatan menilai keberhasilan pemasaran hingga tingkat internasional tersebut sebagai bukti bahwa program pembinaan berbasis keterampilan dapat mencetak produk bernilai ekonomis. Pelaksanaan program sejenis telah berjalan di belasan lapas di beberapa wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, dan Jawa Barat.
Meski demikian, keberlanjutan dan pengembangan kapasitas produksi menjadi tantangan berikutnya, terutama untuk memenuhi standar volume, kualitas, dan kontinuitas pengiriman ke pasar internasional. Keberhasilan pengiriman ini membuka peluang dialog lebih lanjut antara pihak lapas, mitra industri, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan skema pembinaan yang berdampak pada rehabilitasi sosial dan ekonomi warga binaan.
Dengan capaian ekspor tersebut, Lapas Kelas IIA Purwokerto berharap program pemberdayaan dapat terus ditingkatkan agar lebih banyak warga binaan memperoleh keterampilan yang layak pakai serta manfaat ekonomi yang nyata bagi mereka dan keluarga setelah masa tahanan berakhir.