TANJUNG SELOR — Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Utara melaksanakan aksi pembagian bendera Merah Putih kepada pengguna jalan di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Kegiatan bertajuk "Polantas Karib" itu berlangsung di sejumlah titik, termasuk persimpangan Jalan Sengkawit di area perempatan Simpang Unikal.
Reaksi warga: kaget lalu lega
Salah seorang warga, Inul Eva dari Sengkawit, menceritakan rasa terkejutnya saat melihat barisan petugas berseragam coklat di tepi jalan. Kekhawatiran awal bahwa petugas sedang melakukan razia berubah menjadi senyum ketika petugas menghampiri dan memberikan bendera kecil untuk dipasangkan pada kendaraannya.
"Saya sempat kaget dan panik lihat dari kejauhan ada banyak polisi. Saya khawatir ada razia. Sekalipun (surat kendaraan) saya lengkap, tapi kadang kalau ada banyak polisi lalu lintas di jalan ya kadang kita pikir ada razia,"
Peristiwa tersebut menggambarkan bagaimana pendekatan sederhana—sebuah sapaan ramah dan pemberian bendera—dapat meredam kecemasan dan membangun hubungan lebih hangat antara polisi dan masyarakat.
Tujuan program dan pesan keselamatan
Dirlantas Polda Kaltara, Kombes Pol Jamal Alam, mengatakan aksi pembagian bendera tidak sekadar simbol perayaan, tetapi mengandung tujuan edukatif. Menurut Jamal, program ini dimanfaatkan untuk mengikis stigma kaku terhadap kepolisian serta menyelipkan pesan keselamatan berkendara kepada pengendara.
"Kehadiran Polantas tidak semata-mata dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang memberikan edukasi, pelayanan, dan mengajak masyarakat bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas," ujar Kombes Pol Jamal Alam.
Skala kegiatan dan lokasi
Polda Kaltara melaksanakan pembagian secara serentak dengan target pembagian sebanyak 5.000 bendera kepada para pengguna jalan. Selain Jalan Sengkawit, petugas terlihat turun langsung menyapa warga di beberapa titik strategis yang ramai dilalui kendaraan.
| Program | Pelaksana | Target | Lokasi utama |
|---|---|---|---|
| Polantas Karib | Ditlantas Polda Kaltara | 5.000 bendera | Jalan Sengkawit, Simpang Unikal, Tanjung Selor |
Dampak sosial dan pendekatan komunikasi
Aksi pembagian bendera menjadi contoh upaya komunikasi publik yang humanis. Pendekatan semacam ini berpotensi:
- menurunkan kecemasan warga ketika melihat banyak petugas di jalan,
- menumbuhkan semangat nasionalisme lewat simbol sederhana,
- menjadi pintu masuk untuk menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas tanpa konfrontasi.
Selain itu, kehadiran Polantas di luar konteks penegakan hukum memberi ruang bagi interaksi informal yang efektif, misalnya mengingatkan penggunaan helm, kelengkapan surat kendaraan, dan perilaku tertib di persimpangan.
Respons warga dan harapan
Respons warga yang beralih dari kekhawatiran menjadi ramah menunjukkan hasil langsung dari strategi tersebut. Bagi sebagian pengguna jalan, pemberian bendera kecil menjadi simbol penghargaan terhadap momen kemerdekaan sekaligus pengingat untuk berkendara aman.
Ke depan, upaya-upaya serupa dapat diperluas dengan mengintegrasikan materi edukasi singkat, selebaran, atau penanda keselamatan sehingga pesan tidak hanya berhenti pada simbol, tetapi juga mengubah praktik berkendara sehari-hari.
Kesimpulan
Kegiatan pembagian 5.000 bendera oleh Ditlantas Polda Kaltara di Tanjung Selor bukan sekadar persiapan perayaan HUT RI. Aksi itu merupakan langkah komunikasi publik yang memadukan semangat nasionalisme dengan pendekatan pelayanan dan edukasi keselamatan berkendara. Interaksi sederhana antara petugas dan warga membuka ruang kepercayaan yang penting untuk membangun budaya tertib lalu lintas dalam jangka panjang.