TARAKAN — Sebanyak 60 penerima manfaat atau ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Tarakan diikutsertakan dalam Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Program tersebut dirancang untuk membantu ahli waris mengembangkan keterampilan usaha, menjamin pemanfaatan santunan secara produktif, serta memfasilitasi penempatan produk ke pasar.
Komposisi peserta dan jenis dukungan
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Faizal Rachman, menjelaskan bahwa dari 60 peserta yang mengikuti PEKA di Tarakan, 20 orang sudah memiliki usaha sedangkan 40 orang sedang menjalani pelatihan. Peserta yang belum berwirausaha memperoleh pelatihan sesuai dengan keterampilan dan minat masing-masing.
| Status | Jumlah |
|---|---|
| Sudah memiliki usaha | 20 |
| Sedang mengikuti pelatihan | 40 |
| Total peserta PEKA di Tarakan | 60 |
Jenis pelatihan dan pendampingan
Materi yang diberikan pada peserta beragam dan disesuaikan kemampuan serta minat. Faizal memberi contoh jenis keterampilan yang dibina, antara lain pembuatan makanan, kerajinan tangan, maupun olahan singkong. Ia menyatakan,
"Ada yang mau bikin kue, silakan. Mau kerajinan tangan, silakan. Mau bikin singkong, silakan. Punya keterampilan itu nanti dilatih."
Selain keterampilan teknis, program PEKA dilengkapi modul literasi keuangan untuk membekali ahli waris mengelola dana santunan secara bijak. Menurut Faizal, edukasi ini penting untuk mencegah penggunaan santunan yang bersifat konsumtif atau penempatan pada instrumen ilegal yang berisiko.
Kolaborasi lintas lembaga
BPJS Ketenagakerjaan menyadari bahwa upaya peningkatan kemandirian ekonomi tidak dapat dilakukan sendiri. Faizal menyebut sejumlah mitra yang dilibatkan dalam pelaksanaan PEKA di Tarakan, termasuk Bank Indonesia, OJK, perbankan, Rumah BUMN, dinas ketenagakerjaan, dinas UMKM, dan dinas pariwisata. Kolaborasi ini dimaksudkan untuk membangun ekosistem yang mendukung mulai dari pelatihan hingga akses pasar.
- Pelatihan keterampilan berbasis minat peserta
- Literasi keuangan untuk pengelolaan dana santunan
- Dukungan pemasaran produk setelah pelatihan
Dampak lokal dan tantangan
Bagi masyarakat Tarakan, program PEKA berpotensi mengubah dana santunan yang bersifat sekali bayar menjadi sumber penghidupan berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat. Dengan adanya pendampingan teknis dan akses pemasaran, usaha rumahan yang dikembangkan alumni pelatihan berpeluang meningkatkan pendapatan rumah tangga dan menyumbang pada geliat UMKM lokal.
Namun, tantangan tetap ada. Keberlanjutan usaha memerlukan pasar yang stabil, manajemen usaha yang baik, serta akses permodalan yang aman. Risiko penempatan dana pada investasi yang tidak diawasi juga menjadi perhatian sehingga keterlibatan lembaga keuangan resmi dan edukasi literasi finansial menjadi unsur penting dalam program ini.
Faizal menegaskan pentingnya kerja bersama dalam memastikan tujuan program tercapai: "Ini nggak bisa sendiri, harus bersama sehingga sirkuler ekonominya," ujarnya. Pernyataan itu menegaskan arah program yang tidak hanya memberi pelatihan tunggal, tetapi mengupayakan jaringan pendukung bagi penerima manfaat di Tarakan.
Pelaksanaan lanjutan termasuk pengawalan usaha pasca-pelatihan dan upaya pemasaran produk akan menjadi indikator penting untuk menilai keberhasilan PEKA di Tarakan. Bagi keluarga penerima manfaat, keberhasilan program ini berarti perubahan nyata dalam pemanfaatan santunan menjadi modal produktif.