Penataan porter sebagai bagian dari peningkatan layanan terminal
MAUMERE — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Maumere mengambil langkah penataan layanan porter di Pelabuhan Laurentius Say Maumere sebagai upaya memperbaiki kualitas layanan bagi penumpang. Langkah awal program ini diwujudkan melalui penyerahan seragam kepada 85 tenaga porter dan kegiatan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada 10 Agustus 2026.
General Manager Pelindo Maumere, Angga Adi Prebawa, menegaskan bahwa porter merupakan garda terdepan dalam pelayanan di terminal penumpang sehingga penataan penampilan dan penerapan standar prosedur menjadi prioritas. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Pelindo yang diberi semangat "Pelindo Melayani Sepenuh Hati".
"Porter adalah wajah pelayanan di terminal. Penataan ini bukan sekadar seragam, tetapi juga pembenahan pola layanan yang lebih tertib dan profesional,"
Menurut pernyataan manajemen, selain pembagian seragam program ini juga menyertakan sosialisasi K3 agar tenaga porter memahami aspek keselamatan kerja saat membantu pengangkutan barang bawaan penumpang.
Dampak langsung bagi penumpang dan ekosistem pelabuhan
Penataan layanan porter di pelabuhan utama Maumere diharapkan meningkatkan rasa aman dan nyaman pengguna jasa. Pembenahan yang menyasar penampilan, prosedur kerja, dan keselamatan diharapkan memperkecil risiko insiden saat bongkar-muat barang penumpang serta mengurangi praktik penarifan yang tidak seragam.
- Seragam: 85 tenaga porter menerima seragam baru untuk menandai standar penampilan.
- K3: Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk meningkatkan praktik kerja aman.
- Organisasi: Dukungan pembentukan wadah atau badan usaha porter untuk menjamin tata kelola tarif dan izin operasi.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurentius Say Maumere, Ryan Partigor Hutabarat, mengapresiasi langkah Pelindo dan mendorong pembentukan wadah tersendiri bagi tenaga porter agar mereka lebih terorganisasi dan kegiatan pelayanan memiliki izin serta tarif yang seragam sesuai ketentuan.
"Penataan ini perlu dilanjutkan dengan pembentukan wadah bersama agar keberadaan porter lebih terorganisasi,"
Rangkaian program dan harapan jangka panjang
Manajemen Pelindo menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan di pelabuhan. Inisiatif ini juga dikaitkan dengan strategi quick win untuk mempercepat perbaikan layanan terminal penumpang.
Pihak Pelindo berharap pembenahan porter akan memperkuat ekosistem layanan pelabuhan sehingga penumpang memperoleh pelayanan yang lebih profesional dan andal. Sementara itu, usulan pembentukan wadah porter diharapkan menciptakan transparansi tarif dan kepastian legalitas usaha bagi pekerja layanan tersebut.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah porter yang menerima seragam | 85 orang |
| Tanggal kegiatan | 10 Agustus 2026 |
| Program terkait | Pelindo Melayani Sepenuh Hati; TJSL |
Bagi masyarakat Maumere, kebijakan ini berpotensi mengubah pengalaman naik kapal, terutama pada waktu-waktu padat dan musim mudik. Penumpang diharapkan merasakan manfaat langsung berupa pelayanan yang lebih tertib, pengangkutan barang yang lebih aman, dan kepastian tarif ketika porter sudah terorganisasi.
Meski demikian, keberlanjutan program akan bergantung pada tindak lanjut penerapan SOP secara konsisten, pelatihan berkelanjutan, serta kerja sama antara Pelindo, KSOP, dan pihak terkait termasuk perwakilan tenaga porter. Jika terwujud, inisiatif ini dapat menjadi contoh perbaikan layanan publik di fasilitas transportasi laut di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Pelabuhan Laurentius Say Maumere sebagai gerbang laut utama Kabupaten Sikka memainkan peran strategis bagi mobilitas penumpang dan distribusi barang. Upaya memperbaiki layanan porter menjadi salah satu langkah praktis untuk meningkatkan citra dan fungsi pelabuhan dalam menunjang kegiatan ekonomi lokal.