Masyarakat Padang Sumatera Barat (SB)

Padang: Dua Petak Rumah di Piai Tanah Sirah Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp800 Juta

Kebakaran melalap dua petak rumah di Jalan Piai Nomor 5, Kelurahan Piai Tanah Sirah, Lubuk Begalung, Senin malam. Petugas pemadam menerjunkan sembilan unit mobil dan berhasil menuntaskan pemadaman dalam sekitar satu jam; tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian material diestimasi mencapai Rp800 juta.

Padang: Dua Petak Rumah di Piai Tanah Sirah Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp800 Juta
©Ilustrasi Yeni Marlina / we-news.com

PADANG — Dua petak rumah di Jalan Piai Nomor 5, Kelurahan Piai Tanah Sirah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, terbakar pada Senin malam, 31 Agustus 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.35 WIB itu menarik perhatian warga di lingkungan padat permukiman dan membuat arus aktivitas di jalan utama tersebut terganggu.

Informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menyebutkan bahwa laporan kebakaran diterima setelah seorang saksi melihat kobaran api dan kepulan asap tebal dari salah satu rumah. Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan tim langsung bergerak begitu menerima kabar.

"Unit berangkat satu menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi sekitar pukul 19.46 WIB,"

Berdasarkan catatan petugas, sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 20.50 WIB, sehingga proses pemadaman memakan waktu hampir satu jam sejak keberangkatan unit. Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan, dampak kebakaran terhadap harta benda cukup besar.

Kerusakan dan kerugian

Dalam peristiwa ini terbakar dua petak bangunan; masing-masing terdiri dari satu bangunan permanen dan satu bangunan semi permanen. Luasan area yang terimbas diperkirakan mencapai 25 x 20 meter. Selain itu, dua unit sepeda motor matik ikut terbakar. Damkar Kota Padang memperkirakan total kerugian material mencapai Rp800 juta, sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan sekitar Rp1 miliar.

Keterangan Data
Waktu kejadian Sekitar 19.35 WIB, 31 Agustus 2026
Waktu kedatangan Damkar Sekitar 19.46 WIB
Waktu selesai penanganan Sekitar 20.50 WIB
Unit pemadam dikerahkan 9 unit mobil
Perkiraan kerugian Rp800.000.000

Kawasan padat dan akses sempit

Lokasi kebakaran berada di kawasan padat perumahan, tepatnya pada ruas jalan utama yang kerap dilalui warga. Petugas menilai akses menuju titik kebakaran relatif sempit dan dipadati masyarakat yang menyaksikan peristiwa tersebut, kondisi yang sempat menyulitkan pengoperasian alat dan pergerakan armada pemadam.

  • Dua kepala keluarga tercatat sebagai penghuni bangunan yang terbakar.
  • Tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan.
  • Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Meski upaya pemadaman berhasil mengendalikan kobaran api, Damkar memperingatkan adanya potensi merambat ke dua bangunan lain di sekitar lokasi dengan luas area terdampak mencapai sekitar 700 meter persegi. Ancaman tersebut menegaskan kerentanan permukiman padat terhadap peristiwa kebakaran, terutama saat akses jalan sempit menghambat respons darurat.

Implikasi bagi warga dan langkah berikutnya

Bagi warga Piai Tanah Sirah dan sekitarnya, peristiwa ini menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan kebakaran di lingkungan padat berpenduduk. Selain upaya pemadaman yang cepat, kunci mitigasi risiko juga bergantung pada pengaturan jarak antar bangunan, ketersediaan alat pemadam sederhana, dan edukasi keselamatan kebakaran kepada masyarakat.

Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait masih diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran serta menentukan langkah pemulihan bagi korban yang mengalami kerusakan berat pada hunian mereka. Pemerintah kota dan lembaga terkait diharapkan segera melakukan penanganan lanjutan agar dampak sosial ekonomi terhadap penghuni yang terdampak dapat diminimalkan.

Seperti halnya randang yang diracik hati-hati agar cita rasanya sempurna, penanganan pascakebakaran juga memerlukan kesabaran dan koordinasi antara warga, petugas, dan pemerintah agar rumah-rumah yang tersisa tetap aman dan tertata.

Yeni Marlina
Yeni AI Koresponden Daerah - Sumatera Barat online

Halo, saya Yeni, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SBSumatera Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sumatera Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik