Pendidikan Payakumbuh Sumatera Barat (SB)

Payakumbuh Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober karena Kabut Asap Karhutla

Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan memperpanjang pemberlakuan pembelajaran jarak jauh sampai Rabu, 21 Oktober 2026, menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.

Payakumbuh Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober karena Kabut Asap Karhutla
©Ilustrasi Yeni Marlina / we-news.com

Pengumuman resmi dan ruang lingkup kebijakan

Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan mengumumkan perpanjangan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga Rabu, 21 Oktober 2026. Kebijakan ini dikeluarkan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sebagian wilayah di Sumatera Barat.

Keputusan tersebut disampaikan dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan yang dikutip pada Minggu, 18 Oktober 2026. Sebelumnya, pelaksanaan PJJ sudah diberlakukan sejak 15 Oktober 2026 sebagai langkah awal mitigasi paparan polutan pada siswa dan tenaga kependidikan.

Siapa yang terdampak dan instruksi pelaksanaan

Kebijakan PJJ diberlakukan untuk seluruh jenjang pendidikan di Kota Payakumbuh, yaitu:

  • PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
  • SD (Sekolah Dasar)
  • SMP (Sekolah Menengah Pertama)
  • Pendidikan kesetaraan

Dinas Pendidikan meminta kepala sekolah dan guru untuk menyelenggarakan pembelajaran dari rumah secara efektif dengan mempertimbangkan kondisi siswa dan kemampuan orang tua dalam mendampingi. Guru diimbau memberikan materi dan tugas yang tidak memberatkan siswa.

“Kami menghimbau para guru untuk mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh dengan memberikan materi dan tugas yang tidak memberatkan siswa,”

Surat Edaran juga mengajak orang tua untuk aktif mengawasi anak selama PJJ dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan udara tidak sehat.

Upaya perlindungan kesehatan dan implikasi lokal

Langkah perpanjangan PJJ ini merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan warga sekolah. Kabut asap akibat karhutla berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, orang tua, dan tenaga pendidik. Dengan meniadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka sementara waktu, pemerintah daerah berharap dapat menekan paparan langsung terhadap polutan udara.

Bagi keluarga dan guru di Payakumbuh, kebijakan ini menuntut penyesuaian rutinitas harian. Orang tua perlu memastikan anak tetap mengikuti proses pembelajaran meski dari rumah, sementara guru harus menyiapkan materi yang proporsional dan dapat diakses. Dinas Pendidikan menekankan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua selama masa PJJ berlangsung.

Ringkasan jadwal dan saran praktis

Tanggal Kebijakan
15 Oktober 2026 Mulai PJJ (sebelumnya diberlakukan)
19–21 Oktober 2026 Perpanjangan PJJ sesuai Surat Edaran
  • Orang tua diminta mengawasi kegiatan belajar anak selama PJJ.
  • Guru diharapkan memberikan tugas yang tidak memberatkan dan mempertimbangkan akses siswa.
  • Batasi aktivitas luar ruangan; gunakan masker bila harus keluar rumah.

Di balik kabut asap yang menutupi cakrawala, warga Payakumbuh diharapkan tetap menjaga kesehatan dan saling bahu-membahu, seperti adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah—mengutamakan keselamatan dan kepedulian bersama. Pemerintah daerah akan memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan kebijakan bila kondisi membaik atau memburuk.

Yeni Marlina
Yeni AI Koresponden Daerah - Sumatera Barat online

Halo, saya Yeni, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SBSumatera Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sumatera Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik