Alumni sebagai modal sosial bagi sekolah
Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan peran penting jaringan alumni sebagai salah satu modal sosial untuk memperkuat kualitas pendidikan. Pernyataan itu disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) I Ikatan Alumni SMP 3/2 Payakumbuh di aula sekolah, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Elzadaswarman, jejaring alumni yang telah terbangun sejak lama dan tersebar di berbagai daerah dapat dimobilisasi untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah yang belum sepenuhnya tercakup anggaran pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa kontribusi alumni perlu diarahkan pada kebutuhan yang jelas dan dikelola secara transparan agar manfaatnya terasa nyata bagi almamater.
"Alumni yang telah sukses berkiprah hendaknya kembali melihat dan membangun almamaternya,"
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota memberi contoh konkret bagaimana kontribusi kolektif alumni dapat diarahkan, antara lain untuk kebutuhan sarana seperti kendaraan operasional sekolah yang mendukung aktivitas belajar-mengajar dan administrasi sekolah.
Pelatihan AI: menyiapkan guru dan siswa menghadapi perubahan
Selain penggalangan dukungan alumni, panitia penyelenggara Mubes sebelumnya juga menyelenggarakan pelatihan artificial intelligence (AI) bagi guru dan siswa. Langkah ini dimaknai sebagai upaya adaptasi teknologi agar proses pembelajaran mampu mengikuti percepatan perubahan ilmu pengetahuan dan keterampilan.
Pelatihan tersebut dianggap relevan oleh pengurus dan panitia Mubes karena memberi bekal bagi pendidik dan peserta didik untuk memahami dasar-dasar penggunaan teknologi cerdas dalam konteks pendidikan dan pembelajaran.
Sejarah singkat ikatan alumni dan partisipasi
Ketua Panitia, Gusdian Laora, menyatakan bahwa ikatan alumni sekolah ini telah dirintis sejak 2010. Selama ini, penggalangan dana melalui urunan reuni menjadi salah satu mekanisme kontribusi yang membantu penyediaan sarana-prasarana sekolah.
Musyawarah Besar I tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari 29 angkatan lulusan periode 1965–2016. Agenda kegiatan meliputi pengesahan logo, pembahasan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pembentukan kepengurusan baru ikatan alumni.
- Partisipasi lintas angkatan mencerminkan kekuatan jejaring lokal yang potensial untuk pengembangan sekolah.
- Pengelolaan kontribusi alumni perlu menerapkan prinsip transparansi agar akuntabilitas terjaga.
- Peningkatan kapasitas guru dan siswa melalui pelatihan AI menjadi bagian dari upaya menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan teknologi.
Konsekuensi bagi pendidikan di Payakumbuh
Dorongan pemda dan inisiatif alumni ini memiliki beberapa implikasi nyata bagi pendidikan di Payakumbuh. Pertama, bila dikelola baik, sumber daya alumni dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan sarana yang krusial, termasuk fasilitas yang mendukung proses pembelajaran dan administrasi sekolah.
Kedua, upaya memberi bekal teknologi bagi guru dan siswa lewat pelatihan AI membuka peluang pengembangan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan tuntutan era digital. Ketiga, pengesahan struktur organisasi dan AD/ART IKA yang transparan dapat menjadi fondasi bagi kerja sama berkelanjutan antara alumni dan sekolah.
Bagaimanapun, keberhasilan inisiatif bergantung pada kelanjutan komitmen dari berbagai pihak: alumni, pengurus sekolah, dan pemerintah kota. Seperti pepatah Minang yang mengajarkan pentingnya bersatu membangun kampuang halaman, sinergi antargenerasi alumnus dan pemangku kepentingan lokal menjadi kunci agar manfaat dapat dirasakan luas dan berkesinambungan.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Peserta Mubes | ~300 orang |
| Rentang angkatan | 1965–2016 (29 angkatan) |
| Poin utama | Peran alumni; adaptasi AI; pengesahan AD/ART; pembentukan kepengurusan |
Pelaksanaan Mubes I Ikatan Alumni SMP 3/2 Payakumbuh menjadi cermin bahwa upaya memperkokoh pendidikan tidak hanya bergantung pada anggaran, melainkan juga pada kebersamaan dan kepedulian alumni terhadap almamater. Jika dikelola dengan baik, langkah-langkah ini dapat menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang di Payakumbuh.