Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 26 Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan skrining dan cek kesehatan bagi warga RW 02 Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar pemeriksaan dasar dan edukasi guna meningkatkan kesadaran terhadap deteksi dini penyakit serta pola hidup sehat.
Rangkaian pemeriksaan dan edukasi
Kegiatan berlangsung di Posyandu RW 02, Dusun Kajangan, dan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), serta kadar asam urat. Setiap hasil skrining disampaikan langsung kepada warga, disertai arahan mengenai pola makan, aktivitas fisik, dan pentingnya pemeriksaan berkala.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran membantu proses pemeriksaan dan pencatatan hasil, serta memberikan konsultasi singkat berdasarkan temuan skrining. Menurut sumber kegiatan, interaksi antara mahasiswa dan warga berlangsung secara aktif dan partisipatif, dengan antusiasme warga yang tinggi untuk memanfaatkan layanan gratis tersebut.
Organisasi dan pembina kegiatan
Program ini merupakan bagian dari Program Sosial Kemasyarakatan KKNT IDBU 26 Undip dan Program Pengabdian Iptek bagi Desa Binaan (IDBU) Tahun 2026. Tim pengabdian dipimpin oleh Lintang Dian Saraswati, S.K.M., M.Epid., Ph.D., dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip. Kegiatan juga melibatkan Prof. Dr. dr. Bagoes Widjanarko, M.P.H. (FKM Undip) dan Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi., M.Si. (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, FPIK Undip).
Respons masyarakat
Menurut laporan, warga RW 02 menyambut baik inisiatif tersebut karena selain layanan pemeriksaan yang diberikan secara gratis, juga memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai kondisi kesehatan mereka. Ketua PKK RW 02 Dusun Kajangan, Dwi Winarsih, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan itu:
"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Selain pemeriksaannya gratis, kami juga dapat mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan…"
Warga memanfaatkan kesempatan berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan dan keluhan kesehatan yang mereka alami. Bentuk keterlibatan masyarakat ini sekaligus memperkuat fungsi posyandu sebagai titik pelayanan kesehatan primer di tingkat RW.
Manfaat dan implikasi untuk pelayanan primer
Program skrining semacam ini memiliki beberapa manfaat langsung bagi komunitas desa, antara lain:
- Mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (seperti tekanan darah tinggi, gangguan gula darah, dan kadar asam urat) secara dini.
- Meningkatkan literasi kesehatan warga melalui edukasi personal berdasarkan hasil skrining.
- Menguatkan peran mahasiswa dan institusi pendidikan dalam pengabdian masyarakat dan transfer pengetahuan.
Selain manfaat langsung, kegiatan ini juga menjadi contoh integrasi antara pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan komunitas. Pelibatan lintas fakultas menunjukkan pendekatan multidisipliner dalam menjawab kebutuhan kesehatan di tingkat desa.
| Jenis Pemeriksaan | Tujuan |
|---|---|
| Tinggi dan berat badan | Menilai status gizi dan indeks massa tubuh |
| Tekanan darah | Mendeteksi hipertensi atau risiko kardiovaskular |
| Gula darah sewaktu (GDS) | Skrining risiko diabetes atau gangguan toleransi glukosa |
| Kadar asam urat | Mendeteksi potensi hiperurisemia dan risiko gout |
Pelaksanaan skrining di posyandu juga menunjukkan pentingnya penyediaan layanan kesehatan primer yang mudah diakses dan dilengkapi edukasi berkelanjutan. Kegiatan seperti ini dapat membantu mengurangi kebutuhan rujukan ke fasilitas tingkat lanjut apabila faktor risiko terdeteksi lebih awal dan ditangani melalui modifikasi gaya hidup atau manajemen primer.
Tim penyelenggara menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian program pengabdian yang lebih luas, yang diharapkan berlanjut dan terintegrasi dengan upaya peningkatan kapasitas posyandu serta program kesehatan desa lainnya.
Dengan adanya inisiatif serupa di berbagai wilayah, diharapkan deteksi dini penyakit dan pendidikan kesehatan masyarakat di tingkat primer dapat meningkat, sehingga beban penyakit tidak menular di masyarakat dapat ditekan sejak awal.