Jalur Trans Flores Nangaba Tertutup Longsor
ENDÉ — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi menyebabkan longsor yang menimbun badan Jalan Trans Flores di kawasan Nangaba, sehingga akses darat antara Ende dan Bajawa terputus.
Berdasarkan data awal yang beredar, gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan koordinat episentrum sekitar 8,41° LS dan 121,92° BT, berjarak sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay (Kabupaten Nagekeo). Longsor dilaporkan menutup badan jalan di beberapa titik, termasuk di sekitar kilometer 17 dari arah timur Kota Ende.
Dampak langsung pada mobilitas dan masyarakat
Akibat timbunan material longsor, kendaraan dari arah Barai menuju Nangaba maupun sebaliknya tidak dapat melintas. Kondisi ini menyebabkan terhentinya arus lalu lintas antarkota yang biasa menghubungkan Ende dan Bajawa. Informasi dari lapangan menyebutkan kendaraan penumpang dan angkutan barang terdampak karena jalur utama tersebut menjadi tidak dapat dilewati.
"Arah Barai-Nangaba Ende akses putus total. Timbunan material longsor menutupi badan jalan. Semoga dinas atau pihak terkait segera memperbaikinya. Terima kasih,"
Kutipan di atas disampaikan oleh salah seorang warga Kabupaten Ende, Ali, yang melaporkan situasi di lapangan setelah gempa. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran warga terhadap lambatnya akses perbaikan jalan yang segera diperlukan agar mobilitas dan distribusi kebutuhan dapat pulih.
Aktivitas gempa susulan dan catatan BMKG
Selain kerusakan fisik pada jalan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa utama diikuti oleh puluhan kejadian susulan. Hingga sekitar pukul 07.00 WIB, tercatat sekitar 54 gempa susulan, dengan magnitudo susulan terbesar mencapai 6,2. Dari jumlah itu, satu kejadian susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
| Parameter | Data |
|---|---|
| Magnitudo gempa utama | 7,7 |
| Waktu | 04.58 WIB |
| Koordinat episentrum | 8,41° LS, 121,92° BT |
| Jarak dari Mbay | ±30 km timur laut |
Kebutuhan respons cepat dan prioritas perbaikan
Penutupan ruas jalan Trans Flores di Nangaba menimbulkan kebutuhan mendesak untuk tindakan mitigasi dan perbaikan, antara lain:
- Pengiriman alat berat untuk membersihkan material longsor dari badan jalan.
- Pemasangan rambu pengalihan dan informasi bagi pengguna jalan sementara perbaikan dilakukan.
- Koordinasi antarinstansi terkait (dinas perhubungan, dinas pekerjaaan umum, dan badan penanggulangan bencana daerah) untuk pemulihan akses secepat mungkin.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengerahkan sumber daya untuk membuka kembali jalur tersebut agar distribusi logistik dan mobilitas warga tidak terganggu dalam jangka panjang. Sampai berita ini disusun, belum ada keterangan resmi terperinci dari pemerintah daerah tentang waktu perkiraan pembukaan kembali ruas jalan di Nangaba.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kondisi jalan Trans Flores dan melaporkan informasi resmi mengenai upaya pembersihan serta dampak lanjutan bagi masyarakat Ende dan wilayah sekitarnya.
Koresponden daerah melaporkan dari Ende untuk WE NEWS.