Wali Kota ajak PHRI perkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan
Pemerintah Kota Kupang mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk aktif menggerakkan ekonomi lokal melalui promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kemitraan langsung antara hotel, restoran, dan pelaku usaha pertanian. Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Kupang, Christian Widodo, pada pertemuan dengan pengurus PHRI di Kupang, Selasa.
"Pemkot Kupang selalu siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan PHRI. Kami menerima dengan hati dan pikiran yang terbuka untuk segala masukan,"
Menurut Christian, kolaborasi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sepanjang tahun 2026 yang tidak hanya mempromosikan pariwisata dan menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah kota menegaskan dukungan dalam bentuk sarana dan prasarana, meskipun tidak menyediakan dana langsung.
Memperpendek rantai distribusi dan membuka pasar petani
Wali Kota menilai hotel dan restoran berpotensi menjadi ruang promosi bagi produk lokal seperti kerajinan, pangan olahan, kopi, dan teh kelor. Selain itu, kemitraan langsung dengan petani lokal dapat memenuhi kebutuhan sayur, buah, dan bahan pangan lain bagi sektor perhotelan, sehingga rantai distribusi dipersingkat dan pasar bagi petani meluas.
- Promosi produk UMKM melalui event pariwisata sepanjang 2026;
- Kemitraan langsung hotel/restoran dengan petani lokal untuk pasokan pangan;
- Dukungan Pemkot dalam bentuk sarana dan prasarana, bukan dana operasional.
Pernyataan wali kota menegaskan harapan terbentuknya ekosistem yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. "Kalau tiga unsur ini berjalan bersama, ekonomi bisa bergerak," ujarnya.
PHRI apresiasi komunikasi dengan Pemkot
Dari pihak PHRI, Ketua Badan Pimpinan Daerah Provinsi NTT, Juvenile Jodjana, menyatakan apresiasi atas hubungan baik yang terjalin dengan Pemerintah Kota Kupang. Ia menyebut beberapa persoalan teknis yang selama ini menjadi perhatian anggotanya, seperti perparkiran dan perpajakan, dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kota.
PHRI juga merencanakan Musyawarah Daerah pada 13 Agustus 2026. Wali Kota Kupang menyambut rencana tersebut dan berharap proses regenerasi kepengurusan mampu memperkuat peran PHRI dalam pembangunan daerah.
| Agenda | Keterangan |
|---|---|
| Musda PHRI NTT | 13 Agustus 2026 |
| Dukungan Pemkot | Sarana dan prasarana untuk kegiatan promosi, bukan dana operasional |
Usulan strategi kolaboratif ini berimplikasi pada beberapa aspek penting bagi warga Kupang: ketersediaan pasar baru bagi petani lokal, peningkatan visibilitas produk UMKM, dan potensi perbaikan pelayanan di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi kota. Bagi pelaku usaha perhotelan dan restoran, kemitraan dengan pemasok lokal dapat menjadi solusi untuk menjamin pasokan bahan baku sekaligus mendukung perekonomian komunitas sekitar.
Pertemuan itu menunjukkan upaya pemerintah daerah dan asosiasi usaha untuk menyingkap hambatan administratif dan operasional melalui dialog. Langkah selanjutnya adalah konkretisasi bentuk kerja sama, penjadwalan event promosi, dan mekanisme yang memastikan manfaat langsung sampai ke pelaku UMKM dan petani di Kupang.
Pemkot dan PHRI diharapkan segera merumuskan langkah-langkah teknis agar kolaborasi yang dicanangkan tidak hanya menjadi wacana, melainkan menghasilkan pergerakan ekonomi nyata di tingkat komunitas dan usaha kecil di Kota Kupang.