Jakarta — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) DKI Jakarta memperluas akses pelayanan kesehatan dengan menyelenggarakan kegiatan operasi katarak dan skrining mata bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta masyarakat umum. Kegiatan dilakukan di Rumah Sakit EMC Pulomas, Jakarta Timur, sebagai bagian dari rangkaian bakti kesehatan menjelang peringatan HUT Ke‑81 Republik Indonesia.
Hasil skrining dan tindakan lanjutan
Berdasarkan proses skrining yang digelar sehari sebelum operasi, sebanyak 61 warga binaan dari berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di wilayah Jakarta memenuhi kriteria medis untuk tindakan operasi katarak. Selain itu, 25 masyarakat umum juga dinyatakan layak menerima tindakan lanjutan.
| Kelompok | Peserta yang memenuhi kriteria |
|---|---|
| Warga binaan pemasyarakatan | 61 |
| Masyarakat umum | 25 |
Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga mencakup cek kesehatan gratis (CKG) yang menyasar 2.097 warga binaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pemetaan kondisi kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Kanwil Ditjenpas DKI menekankan bahwa pemeriksaan awal tidak berhenti pada skrining, melainkan dilanjutkan hingga tindakan medis sesuai kebutuhan.
Tujuan dan kolaborasi lintas sektor
Kepala Kanwil Ditjenpas DKI, Wachid Wibowo, menyatakan kegiatan bakti kesehatan ini bertujuan memberikan layanan yang berkelanjutan dan berdampak nyata. Menurutnya, pelayanan tidak hanya menyentuh fase pemeriksaan, tetapi berlanjut hingga tindakan medis bagi peserta yang memang membutuhkan.
"Kami memastikan warga binaan yang berdasarkan hasil skrining membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat memperoleh tindakan medis sesuai kebutuhannya."
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan manfaat pelayanan. Ia menyatakan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kekuatan penting agar program kesehatan Pemasyarakatan dapat dirasakan oleh warga binaan maupun masyarakat secara lebih luas.
Manfaat bagi masyarakat dan warga binaan
Pelayanan kesehatan yang melibatkan sumber daya rumah sakit dan instansi pemasyarakatan membantu menanggulangi masalah penglihatan yang dapat mengganggu kualitas hidup dan produktivitas. Seorang warga Kelurahan Cipinang Besar Utara, bernama Samsudin, mengapresiasi layanan tersebut dan menyebut kegiatan ini sangat membantu warga yang membutuhkan penanganan mata.
- Penjangkauan: Kegiatan menjangkau warga binaan dari berbagai lapas dan rutan di wilayah Jakarta.
- Keberlanjutan: Fokus bukan hanya skrining, tetapi juga tindakan medis bagi yang membutuhkan.
- Kolaborasi: Pelaksanaan melibatkan instansi pemasyarakatan dan fasilitas rumah sakit.
Pelaksanaan operasi katarak dalam rangkaian bakti kesehatan ini mencerminkan upaya memperkuat akses layanan dasar kesehatan untuk kelompok yang rentan dan memperlihatkan peran lembaga pemasyarakatan dalam pelayanan publik di luar fungsi tata kelola pemidanaan. Pendekatan yang mengedepankan deteksi dini dan rujukan ke tindakan medis diharapkan mampu mengurangi angka gangguan penglihatan yang dapat diatasi dengan intervensi relatif sederhana namun berdampak besar terhadap kualitas hidup.
Adanya data numerik dari skrining dan tindak lanjut operasi memberikan gambaran terukur atas cakupan dan efektivitas kegiatan. Ke depan, penguatan mekanisme rujukan, pembiayaan, dan monitoring hasil tindakan medis menjadi aspek penting agar manfaat pelayanan dapat dipertahankan dan diperluas ke wilayah lain.
Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menjadi contoh praktik pelayanan kesehatan terpadu yang dapat direplikasi oleh Kanwil Ditjenpas di provinsi lain, dengan penyesuaian kondisi lapangan dan kapasitas fasilitas kesehatan setempat.