Gangguan Penerbangan Akibat Jarak Pandang Rendah
Bandara Juwata Tarakan pada Senin, 31 Agustus 2026 mengalami gangguan operasi penerbangan setelah dua pesawat komersial yang hendak mendarat di bandara tersebut terpaksa divert karena kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepadatan asap menurunkan jarak pandang ekstrem hingga sekitar 500 meter, sehingga pendaratan dinilai tidak memenuhi batas aman.
Kedua penerbangan yang terdampak ialah Lion Air IU-535 dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, dengan jadwal tiba pukul 13.05 WITA, dan Batik Air ID-6674 dari Jakarta yang dijadwalkan mendarat pada pukul 14.06 WITA.
Keputusan Pilot dan Otoritas Bandara
Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata, Fahruddin Rahmad, menjelaskan bahwa kedua pesawat sejatinya sudah mendekati area bandara dan sempat melakukan manuver holding. Namun kondisi jarak pandang yang memburuk memaksa pilot mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan pendaratan.
"Kedua pesawat sempat akan mendarat dan sudah berada di area sekitar bandara. Namun karena jarak pandang sangat terbatas tidak memungkinkan untuk pendaratan, pilot sempat berputar-putar di udara (holding) sekitar 20 menit,"
Fahruddin mengatakan, demi keselamatan penumpang dan kru, kedua maskapai memilih untuk mengalihkan pendaratan sementara ke Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.
Dampak Operasional dan Implikasi bagi Penumpang
Pengalihan pendaratan menyebabkan perubahan jadwal tiba bagi penumpang dan potensi gangguan lanjutan untuk koneksi penerbangan. Meski laporan tidak menyebutkan adanya pembatalan penuh, keputusan diversifikasi rute menambah waktu perjalanan penumpang dan memerlukan koordinasi logistik untuk penjemputan di lokasi alternatif.
- Penyebab: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Jarak pandang: diperkirakan sekitar 500 meter di sekitar Bandara Juwata.
- Keputusan keselamatan: pilot memilih holding selama sekitar 20 menit, lalu melakukan divert ke Balikpapan.
Rincian Penerbangan yang Dialihkan
Berikut data singkat kedua penerbangan yang terdampak berdasarkan keterangan otoritas bandara:
| Penerbangan | Rute | Jadwal Tiba (WITA) | Tindakan |
|---|---|---|---|
| IU-535 | Balikpapan (SAMS) → Tarakan (Juwata) | 13.05 | Divert ke SAMS Sepinggan, Balikpapan |
| ID-6674 | Jakarta → Tarakan (Juwata) | 14.06 | Divert ke SAMS Sepinggan, Balikpapan |
Imbauan dan Langkah Ke Depan
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapan operasional maskapai dan bandara dalam menghadapi gangguan cuaca ekstrem berkaitan dengan kualitas udara. Bagi penumpang, sebaiknya melakukan konfirmasi ulang status penerbangan melalui maskapai atau kanal resmi Bandara Juwata sebelum berangkat menuju bandara.
Sementara itu, otoritas terkait diharapkan terus memantau situasi asap dan memberikan informasi terkini mengenai kondisi landasan, jarak pandang, serta kemungkinan pembatasan operasional lain yang berpengaruh pada akses transportasi udara di Tarakan.
Pelaporan ini berdasarkan keterangan resmi dari pihak Bandara Juwata yang menyebutkan kabut asap merupakan faktor utama yang mengganggu keselamatan pendaratan sehingga memaksa kedua pesawat untuk kembali ke Bandara Sepinggan Balikpapan.