Kota Cimahi menjadi tuan rumah pelaksanaan layanan inovatif untuk pendidikan anak usia dini berupa Mobil Mainan Anak Hebat (MOMAHE), hasil kolaborasi antara Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Cimahi. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Taman Penitipan Anak Negeri Hati Bunda di kompleks Balaikota Cimahi itu dirancang untuk menghadirkan pelaksanaan PAUD yang lebih berkualitas, menyenangkan, dan sesuai kebutuhan perkembangan anak.
Format kegiatan dan tujuan utama
Acara disusun dalam tiga rangkaian inti: Gelar Main, Bengkel Main, dan Donasi Main. Ketiga komponen tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar melalui bermain yang bermakna, sekaligus memperkuat sinergi antar satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
| Rangkaian | Fokus |
|---|---|
| Gelar Main | Memberi ruang bermain edukatif bagi anak |
| Bengkel Main | Memberi inspirasi dan keterampilan bagi pendidik |
| Donasi Main | Menyediakan alat permainan edukatif bagi PAUD yang membutuhkan |
Kolaborasi ekosistem PAUD
Pejabat terkait menilai MOMAHE berhasil melibatkan berbagai unsur di ekosistem PAUD: anak-anak, pendidik, orang tua, dan pemangku kebijakan. Kehadiran program ini juga memantik semangat inisiatif berbagi, yang diharapkan meningkatkan akses terhadap sarana bermain edukatif di satuan PAUD kurang beruntung.
"Kehadiran Momahe melibatkan semua pihak. Anak-anak bermain dengan gembira, guru mendapatkan inspirasi, dan orang tua menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bunda PAUD Kota Cimahi, Midjiati Ningsih, yang mengapresiasi keterlibatan lintas pihak dalam pelaksanaan MOMAHE. Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, menambahkan ajakan kepada masyarakat untuk membudayakan bermain, berkarya, dan berbagi sebagai upaya kolektif meningkatkan layanan PAUD di wilayahnya.
Gerakan donasi dan dampak terhadap layanan PAUD
Salah satu capaian penting dari kegiatan ini adalah penguatan Gerakan ASN Berbagi Mainan untuk PAUD Kota Cimahi. Inisiatif sederhana tersebut mendorong aparatur sipil negara untuk menyumbangkan alat permainan edukatif yang masih layak pakai kepada lembaga PAUD yang memerlukan. Dengan demikian, mainan tidak sekadar menjadi sarana hiburan, melainkan juga media pembelajaran yang mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan kreativitas anak.
- Meningkatkan akses alat permainan edukatif untuk PAUD yang kekurangan fasilitas.
- Memberi inspirasi praktik bermain yang bermakna bagi pendidik PAUD.
- Memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam proses tumbuh kembang anak.
Pelaksanaan MOMAHE di Cimahi menunjukkan pendekatan praktis untuk menjembatani kualitas layanan PAUD melalui kolaborasi dan pemanfaatan sumber daya lokal. Langkah ini relevan bagi pemerintah daerah lain yang hendak meningkatkan mutu layanan anak usia dini tanpa semata bergantung pada anggaran besar: dengan menggerakkan jejaring komunitas, memanfaatkan sumber daya yang ada, dan membangun mekanisme donasi terkoordinasi, layanan PAUD dapat lebih cepat menjangkau anak-anak yang membutuhkan.
Ke depan, penting bagi pemangku kepentingan untuk mendokumentasikan praktik baik seperti MOMAHE, mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan anak secara berkala, serta menyusun strategi pengembangan berkelanjutan agar inovasi serupa dapat direplikasi di daerah lain. Penguatan kapasitas pendidik melalui pelatihan praktik bermain edukatif dan pemetaan kebutuhan alat permainan di masing-masing satuan PAUD akan memperbesar peluang keberlanjutan manfaat program ini.
Sebagai bagian dari upaya menjaga momentum, dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, lembaga penjamin mutu pendidikan, serta keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat sangat diperlukan agar kualitas layanan PAUD meningkat secara merata dan berkelanjutan.