Program tiga hari tingkatkan kapasitas pengajar di Era Deep Learning
Ende — Kementerian Agama Kabupaten Ende bersama SMAK Negeri Ende melaksanakan kegiatan bertajuk "Bridging the Gap: Transformasi Pedagogi Guru di Era Deep Learning" yang berlangsung pada 10–12 Agustus 2026 di Aula SMAK Negeri Ende. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik sekolah tersebut dan menghadirkan dua narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Cici Mulyati dan Wahyuni Budiasih.
"Bridging the Gap: Transformasi Pedagogi Guru di Era Deep Learning"
Acara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon, yang hadir bersama Kepala SMAK Negeri Ende, Rofinus Meja, pada Senin, 10 Agustus 2026. Pembukaan menegaskan komitmen lembaga pendidikan dan dinas terkait untuk memperkuat kapasitas guru menghadapi perubahan cepat di dunia pendidikan.
Dalam arahannya, pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende menekankan bahwa penguasaan materi saja tidak cukup. Guru dituntut untuk memiliki kesadaran, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi agar mampu membimbing peserta didik sesuai kebutuhan dan tantangan zaman. Transformasi pedagogi dinilai penting untuk membangun proses pembelajaran yang relevan sekaligus mendorong peserta didik berpikir lebih kritis, kreatif, dan mandiri.
Fokus materi dan harapan implementasi
Kegiatan selama tiga hari difokuskan pada penguatan kompetensi pedagogis dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Kepala SMAK Negeri Ende mengajak seluruh guru memanfaatkan sesi-sesi materi dan diskusi sebagai ruang untuk memperbarui paradigma mengajar dan meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan peserta didik.
- Tujuan utama: meningkatkan kapasitas pedagogis guru agar dapat menerapkan pendekatan pembelajaran bermakna dan kontekstual.
- Narasumber: Cici Mulyati dan Wahyuni Budiasih dari Disdikbud Provinsi NTT.
- Peserta: seluruh tenaga pendidik SMAK Negeri Ende.
- Durasi: tiga hari, 10–12 Agustus 2026.
Penguatan kompetensi diarahkan agar guru tidak hanya mengajarkan konten, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, kreativitas, dan kemandirian siswa. Harapannya, hasil pelatihan segera terimplementasi dalam praktik pembelajaran sehari-hari sehingga kualitas pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik dan relevan terhadap tuntutan masa depan.
Komitmen berkelanjutan dan implikasi lokal
Melalui pelatihan ini, Kementerian Agama Kabupaten Ende dan SMAK Negeri Ende menegaskan komitmen bersama untuk mempersiapkan tenaga pendidik yang adaptif terhadap transformasi pendidikan. Bagi masyarakat Ende, langkah ini penting karena langsung berkaitan dengan mutu pendidikan anak-anak di daerah.
Implementasi transformasi pedagogi juga memiliki implikasi bagi pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Apabila guru berhasil mengadopsi pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada murid, kemungkinan peningkatan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang lebih luas akan semakin terbuka.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Waktu | 10–12 Agustus 2026 |
| Tempat | Aula SMAK Negeri Ende |
| Penyelenggara | Kemenag Kabupaten Ende dan SMAK Negeri Ende |
| Narasumber | Cici Mulyati, Wahyuni Budiasih (Disdikbud Prov. NTT) |
Para peserta diharapkan membawa hasil belajar dari pelatihan ke ruang kelas masing-masing. Selain itu, pelatihan semacam ini membuka ruang bagi kolaborasi lanjutan antara sekolah, kantor kementerian, dan dinas pendidikan provinsi untuk program pengembangan profesional guru yang berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memodernisasi praktik pembelajaran di Ende. Langkah-langkah lanjutan, termasuk pemantauan dan pendampingan pasca-pelatihan, akan menentukan seberapa besar perubahan yang mampu diwujudkan dalam praktik pengajaran sehari-hari.
Di tengah tantangan akses dan sumber daya di wilayah terpencil, penguatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci agar generasi muda Ende memperoleh pembelajaran yang layak dan relevan. Pelatihan seperti yang digelar di SMAK Negeri Ende diharapkan menjadi pemicu bagi inisiatif serupa di sekolah lain di kabupaten ini.