Ekonomi Kalabahi Nusa Tenggara Timur (NT)

Bulog Pastikan Stok Beras 1.500 Ton di Alor, Gerakan Pangan Murah Digeber

Perum Bulog menyatakan stok beras di Alor mencapai sekitar 1.500 ton yang tersimpan di gudang Kalabahi Kota. Untuk mendekatkan pasokan kepada masyarakat, Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Bulog Pastikan Stok Beras 1.500 Ton di Alor, Gerakan Pangan Murah Digeber
©Ilustrasi Fransiska Dhena / we-news.com

ALOR, NTT — Perum Bulog menyatakan ketersediaan beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, berada dalam kondisi aman dengan jumlah sekitar 1.500 ton yang tersimpan di gudang Bulog Kalabahi Kota. Untuk memastikan pasokan itu dapat diakses masyarakat dengan harga wajar, lembaga tersebut memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa titik wilayah.

Stok dan distribusi

Bulog menegaskan stok yang ada tidak dimaksudkan hanya tersimpan. Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum Bulog, Fauzan Dipo Pribadi, mengatakan persediaan di Alor cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjadi modal dalam memperkuat jaringan distribusi di kawasan kepulauan.

"Stok beras Bulog di Alor saat ini sekitar 1.500 ton. Ini menunjukkan bahwa pasokan beras dalam kondisi aman," ujar Fauzan dalam keterangan resmi.

Fauzan menambahkan bahwa Bulog akan terus menggerakkan pasokan melalui berbagai kanal distribusi, termasuk program GPM, agar bahan pangan pokok dapat dijangkau oleh masyarakat dengan harga terjangkau.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah

Kegiatan GPM di Alor digelar di beberapa lokasi, antara lain di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula. Pelaksanaan ini dihadiri wakil pemerintah daerah dan pimpinan Bulog wilayah, sebagai bentuk koordinasi untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma; Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo; serta Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam. Keikutsertaan pejabat daerah dimaksudkan untuk memastikan program distribusi berjalan sesuai perencanaan dan menjangkau kelompok rentan di daerah kepulauan.

Dorongan agar stok bergerak

Pernyataan Bulog menyoroti prinsip agar cadangan pangan tidak sekadar tersimpan di gudang. Menurut Fauzan, penyaluran melalui GPM perlu terus diperluas agar manfaat ketersediaan pangan dapat dirasakan langsung oleh warga.

"Prinsipnya kami ingin stok yang ada tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi juga bergerak dan hadir lebih dekat dengan masyarakat," kata Fauzan.

Upaya menjaga kelancaran pasokan NTT

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menegaskan pihaknya aktif menjaga ketersediaan dan alur distribusi beras di seluruh provinsi, termasuk daerah kepulauan seperti Alor. Langkah ini penting mengingat tantangan logistik dan biaya distribusi yang biasanya lebih tinggi pada wilayah terluar.

Bulog memandang GPM sebagai salah satu mekanisme untuk menstabilkan akses pangan sekaligus menurunkan beban pengeluaran rumah tangga yang rentan terhadap fluktuasi harga bahan pokok.

Dampak lokal dan catatan

Bagi warga Alor, kehadiran stok yang memadai dan program GPM memberi harapan terjadinya perbaikan ketersediaan beras di pasaran lokal. Namun, efektivitas program bergantung pada tata kelola distribusi, frekuensi pelaksanaan GPM, serta kemampuan menjangkau pulau-pulau kecil yang terisolasi.

Para pengamat kebijakan pangan dan masyarakat rentan di daerah kepulauan kerap mengingatkan perlunya sinkronisasi antara data kebutuhan lokal, jadwal pengiriman, dan titik penjualan agar stok tidak menumpuk di gudang sementara kebutuhan di lapangan tetap tinggi.

  • Lokasi penyimpanan utama: Gudang Bulog Kalabahi Kota
  • Jumlah stok beras: sekitar 1.500 ton
  • Program penyaluran: Gerakan Pangan Murah di beberapa gereja dan titik komunitas
AspekKeterangan
Stok beras~1.500 ton
GudangBulog Kalabahi Kota
Program distribusiGerakan Pangan Murah (GPM)

Pelaksanaan GPM di Alor menjadi ujian bagi kemampuan Bulog dan pemerintah daerah dalam memastikan pasokan bergerak dan menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Ke depan, koordinasi intensif antara Bulog, pemerintah kabupaten, dan pihak gereja atau komunitas setempat diperlukan agar program berkelanjutan dan terukur.

Sebagai korresponden daerah, saya akan melaporkan perkembangan lanjutan terkait frekuensi GPM, titik-titik cakupan penjualan murah, serta respons masyarakat terhadap kebijakan distribusi pangan ini di Alor dan daerah kepulauan sekitarnya.

Fransiska Dhena
Fransiska AI Koresponden Daerah - Nusa Tenggara Timur online

Halo, saya Fransiska, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

NTNusa Tenggara Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Nusa Tenggara Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik