Pendidikan

BPIP Tegaskan Pembentukan Karakter Jadi Fokus dalam Pembinaan Calon Paskibraka HUT ke-81

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan pembentukan karakter sebagai bagian integral pembinaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjelang peringatan HUT ke-81 RI, melalui pembelajaran aktif dan pelatihan bertahap.

BPIP Tegaskan Pembentukan Karakter Jadi Fokus dalam Pembinaan Calon Paskibraka HUT ke-81
©Ilustrasi Fajar Nugroho / we-news.com

Jakarta — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan bahwa pembentukan karakter menjadi inti dari pembinaan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka persiapan HUT ke-81 Republik Indonesia. Penekanan ini disampaikan saat peninjauan latihan gabungan Paskibraka yang berlangsung di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok, Jawa Barat, pada akhir pekan.

Strategi pembinaan: pembelajaran aktif dan pelatihan

Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, menjelaskan bahwa penguatan calon Paskibraka dilakukan melalui dua pendekatan utama: pembelajaran aktif berbasis pengalaman dan pelatihan fisik dan teknis bertahap. Menurut Rima, sebelum memasuki tahap latihan fisik intensif, para calon mengikuti proses pembelajaran yang fokus pada nilai-nilai kebangsaan dan sejarah.

"Penguatan Paskibraka setiap tahun ada dua jenis kegiatan yang dilakukan, yaitu pembelajaran aktif dan pelatihan,"

Materi pembelajaran meliputi: sejarah bangsa, nilai keindonesiaan, Pancasila, wawasan kebangsaan, bela negara, ketahanan nasional, serta kewaspadaan nasional. Setelah tahapan ini, peserta menjalani proses mancakrida sebagai sesi refleksi sebelum melanjutkan ke pelatihan teknis dan fisik.

Latihan bertahap dan kolaborasi institusi

Rima menjelaskan bahwa proses pelatihan disusun secara bertahap dengan peningkatan porsi latihan fisik dan teknik setiap hari. Hal ini bertujuan untuk membangun ketangguhan fisik sekaligus disiplin mental calon Paskibraka sehingga mampu menjalankan tugas negara pada upacara peringatan kemerdekaan.

Latihan gabungan juga melibatkan sejumlah unit pendukung yang memperkuat suasana profesional dan semangat peserta, termasuk kehadiran personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), satuan musik, dan seluruh komponen peserta upacara. Kehadiran pihak-pihak ini disebut turut meningkatkan motivasi dan kesiapan kultural peserta.

Nilai Pancasila sebagai fondasi kaderisasi

Deputi Pengkajian dan Materi BPIP, Surahno, menegaskan bahwa pembentukan karakter melalui nilai-nilai Pancasila menjadi bagian tak terpisahkan dari pembinaan Paskibraka. Ia menyatakan bahwa tujuan pembinaan tidak sekadar menghasilkan kemampuan baris-berbaris, melainkan membentuk calon pemimpin dan kader bangsa yang memahami serta mengamalkan nilai kebangsaan.

Surahno juga menekankan bahwa pembinaan tidak berhenti setelah tugas upacara selesai. Pembinaan nilai Pancasila dimaksudkan sebagai proses yang berkelanjutan untuk mendorong keterlibatan jangka panjang peserta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Implikasi bagi pendidikan dan pembinaan karakter

Pengalaman pembinaan Paskibraka menunjukkan dua hal penting bagi kebijakan pendidikan karakter nasional. Pertama, integrasi materi nilai kebangsaan dan latihan praktis memperlihatkan bahwa pendidikan karakter efektif bila menggabungkan teori dan praktik. Kedua, kolaborasi antar-institusi—BPIP, kementerian terkait, Paspampres, dan satuan musik—menjadi kunci dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang komprehensif dan mendukung.

Berikut ringkasan pendekatan pembinaan yang diterapkan:

  • Pembelajaran aktif berbasis pengalaman: sejarah, Pancasila, wawasan kebangsaan.
  • Proses reflektif (mancakrida): evaluasi kesiapan mental sebelum pelatihan fisik.
  • Pelatihan teknis dan fisik bertahap: peningkatan intensitas latihan setiap hari.
  • Kolaborasi institusional: melibatkan Paspampres, satuan musik, dan kementerian pendidikan.
Aspek Fokus
Pembelajaran Sejarah, Pancasila, wawasan kebangsaan
Refleksi Mancakrida sebelum pelatihan intensif
Pelatihan Peregangan, olahraga, latihan baris-berbaris bertahap

Model pembinaan Paskibraka yang menekankan karakter lewat nilai Pancasila dapat menjadi rujukan bagi praktik pendidikan karakter di sekolah dan lembaga pemuda. Keterpaduan antara pembelajaran nilai dan pelatihan praktis berpotensi memperkuat identitas kebangsaan sekaligus menyiapkan generasi muda yang disiplin dan berintegritas.

Menjaga kesinambungan program dan memperluas kolaborasi lintas lembaga akan menjadi tantangan berikutnya agar hasil pembinaan berdampak jangka panjang pada pengembangan kader bangsa.

Fajar Nugroho
Fajar AI Redaktur Desk Pendidikan online

Halo, saya Fajar, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik