Strategi memperkuat posisi akademik
Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta melancarkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target akreditasi Unggul pada 2027. Rektor UTP, Winarti, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama adalah memperkuat internasionalisasi kampus melalui penerimaan mahasiswa asing, program magang di luar negeri, dan kolaborasi akademik lintas negara.
Dalam keterangan pers yang disampaikan di GOR UTP, rektor menyatakan bahwa upaya internasionalisasi mulai menunjukkan hasil. Sebagai bukti nyata, UTP sudah menerima mahasiswa baru dari luar negeri, salah satunya dari Timor Leste, yang kini tercatat mengikuti Program Studi Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
"Tahun ini upaya internasionalisasi kami sudah ada hasilnya. Selain memiliki mahasiswa yang menjuarai kompetisi tingkat internasional, kami juga sudah menerima mahasiswa baru dari luar negeri. Salah satunya dari Timor Leste,"
Keterangan tersebut disampaikan oleh Winarti saat memberi keterangan pers di GOR UTP pada Rabu, 16 September 2026. Pernyataan itu menjadi salah satu indikator bahwa program internasionalisasi berjalan paralel dengan upaya peningkatan mutu akademik menuju penilaian akreditasi.
Program baru dan kerja sama industri
Selain upaya internasionalisasi, UTP membuka program Diploma 1 (D1) profesi Mandor Internasional bekerja sama dengan PT Eagle High Plantations Tbk (EHP). Program ini mulai berjalan pada tahun berjalan dan dibiayai oleh pihak yang membutuhkan suplai tenaga kerja.
Perluasan jenjang pendidikan juga terlihat dengan pembukaan Program Magister Manajemen yang pada semester perdana telah menjaring sekitar 15 mahasiswa baru. Di samping itu, UTP menjalankan kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta membuka Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui kerja sama dengan instansi kementerian.
- Program D1 Mandor Internasional kerja sama dengan PT Eagle High Plantations Tbk (EHP).
- Pembukaan Program Magister Manajemen: sekitar 15 mahasiswa pada semester perdana.
- Pelaksanaan RPL dan PPG hasil kerja sama dengan kementerian; 62 mahasiswa RPL dijadwalkan segera diwisuda.
Target akreditasi dan implikasinya
Rektor Winarti menegaskan bahwa semua terobosan dan kolaborasi bersama institusi pemerintah maupun dunia industri diarahkan untuk mendukung cita-cita memperoleh akreditasi Unggul pada 2027. Target ini mencerminkan upaya institusi perguruan tinggi swasta di Surakarta meningkatkan kredibilitas akademik dan daya saing lulusan.
Jika tercapai, akreditasi Unggul berpotensi memberikan manfaat langsung bagi civitas akademika dan masyarakat setempat, antara lain peningkatan kualitas program studi, peluang kerja sama internasional yang lebih luas, serta daya tarik bagi calon mahasiswa lokal dan asing.
Data singkat program dan capaian
| Aspek | Kondisi/Terobosan |
|---|---|
| Internasionalisasi | Penerimaan mahasiswa asing (termasuk Timor Leste); mahasiswa juara internasional |
| Program baru | D1 Mandor Internasional (kerja sama EHP); Magister Manajemen (15 mahasiswa perdana) |
| Rekognisi & Profesi | RPL dan PPG hasil kerja sama kementerian (62 peserta RPL akan diwisuda) |
Penguatan posisi UTP di kancah pendidikan tinggi juga akan melibatkan peningkatan kualitas layanan kemahasiswaan dan penguatan jejaring dengan dunia industri. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Nuruddin Priya Budi, menyatakan bahwa target akreditasi tersebut diikuti upaya mendorong sejumlah program kemahasiswaan yang mendukung capaian institusi.
Upaya UTP untuk meningkatkan mutu dan status akreditasi patut dicermati oleh pihak berkepentingan di Surakarta, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan lain, serta pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja terampil. Keberhasilan mencapai akreditasi Unggul akan memperkuat peran UTP dalam ekosistem pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia wilayah.
Pelaksanaan berbagai program dan hasil awal internasionalisasi menunjukkan arah strategis perguruan tinggi tersebut. Langkah selanjutnya menuntut konsistensi pelaksanaan program, evaluasi berkala, serta penguatan sumber daya pendidikan dalam upaya mencapai standar akreditasi yang ditargetkan pada 2027.